Tampilkan postingan dengan label Tips from "DeWay". Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips from "DeWay". Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2011

Efek sosial televisi pada anak

Dijaman seperti sekarang ini hampir tidak mungkin bagi mereka yang tinggal di kota untuk meniadakan televisi dalam kehidupan anak-anak. Seolah televisi menjadi sebuah kebutuhan pokok, terlebih bagi orang tua yang sibuk yang tidak sempat untuk mengajak anaknya bermain bersama, televisi menjadi pilihan utama mereka.

Ada beberapa dampak negatif yang ditimbulkan dari menonton televisi bagi anak, apabila orang tua tidak dengan arif dan bijaksana menyikapinya.

Pertama, anak menjadi tidak tanggap akan lingkungan. Saya perhatikan saat anak saya bermain dengan apa yang ada dilingkungannya seperti memperhatikan serangga, bermain pasir atau bermain air ia menjadi begitu damai dengan dirinya, tubuhnya dan lingkungannya. Akan tetapi menurut Susan R.Johnson M.D dokter spesialis anak dari San Fransisco, saat anak menonton televisi ia belajar untuk menjadi sangat tidak peduli dengan lingkungannya.

Contoh sederhananya seperti ini, saat si anak menyaksikan sebuah tayangan yang memperlihatkan masyarakat sebuah negara yang menderita kelaparan, dimana mereka hidup dengan serba kekurangan makanan, akan tetapi pada saat yang bersamaan saat si anak nonton tayangan tersebut disekelilingnya sedang dipenuhi dengan berbagai aneka makanan kesukaanya dan minuman hangat, dari hal seperti itulah akhirnya si anak belajar tidak peduli dengan lingkungannya, ia belajar bahwa itu dialami oleh orang lain bukan dirinya, dan ia tidak harus ikut repot memikirkannya.

Kedua, tayangan yang berulang-ulang yang ditampilkan oleh televisi akan membentuk ingatan dan mendikte perilakunya. Padahal banyak adegan-adegan yang ditayangkan di televisi adalah adegan kekerasan, meskipun itu dikemas dalam bentuk film kartun.

Ketiga, saat menonton televisi si anak menjadi pasif, Ia tidak banyak dituntut untuk melakukan hal-hal yang kreatif, seperti saat ia bermain dengan rumah-rumahan, puzzle atau bongkar pasang, sehingga ini akan membentuk pola perilaku si kecil tidak mandiri dan tidak mampu berinisiatif dalam menghadapi permasalahan.

Inilah beberapa dampak sosial yang akan dialami oleh si kecil apabila orang tua tidak bijaksana dalam menyikapi kebiasaan anak menonton televisi. Kita memang tidak bisa melarang untuk tidak menonton televisi pada anak, yang bisa kita lakukan sebagai orang tua adalah bersikap arif dan bijaksana, agar si anak memiliki porsi yang seimbang antara menonton televisi dan bermain dengan lingkungan yang nyata. Dan juga pilihan tayangan yang di tonton oleh si kecil.

Semoga postingan ini bisa bermanfaat bagi para orang tua dan juga calon orang tua.

Senin, 05 Desember 2011

Tips meningkatkan intelegensi pada anak

Sebagai orang tua pastinya kita menginginkan anak kita memiliki kecerdasan yang baik. Kecerdasan pada anak terbentuk ketika struktur dan fungsi otak mencapai tahapan tertinggi. Kondisi ini terjadi selama rentang waktu 12 tahun pertama. Selama rentang 0-3 tahun dan 6-9 tahun merupakan kondisi terbesar jumlah pembentukan jalur koneksi serta kemungkinan hilangnya jalur tersebut pada sistem saraf.

Perkembangan struktur dan fungsi otak yang sedang tumbuh melalui tiga tahapan, mulai dari otak primitif ( action brain ) yang berfungsi mengatur fisik untuk bertahan hidup, mengelola gerak refleks, mengendalikan gerak motorik, memantau fungsi tubuh dan memproses informasi yang masuk dari panca indera. Kemudian otak limbik ( feeling brain ) yang berfungsi memproses emosi  seperti rasa suka dan tidak suka, cinta dan benci. Otak ini juga sebagai pengubung antara otak pikir dan otak primitif. Yang terkahir adalah otak pikir (neocortex atau thought brain ) merupakan bentuk daya pikir teringgi dan bagian otak yang paling obyektif, menerima masukan dari otak primitif dan otak limbik.

Pengaruh gen dalam pembentukan struktur adalah 50%, sedangkan 50% dibentuk oleh kondisi luar gen tersebut atau disebut lingkungan, termasuk asupan gizi.

Peningkatan kemampuan fungsi sensorik dan motorik si kecil seiring dengan pertumbuhan struktur otaknya dapat mencapai 80% pada usia 4 tahun. Untuk mendapatkan fungsional yang makasimal, si kecil perlu banyak kontak langsung dengan lingkungan. Kurangnya pengalaman serta kontak dengan lingkungan akan mengakibatkan berkurangnya fungsi organ kecerdasan. Cara ini menjadi landasan untuk membuat perlakuan rangsang (stimulus) pada organ indera si kecil, sebagai dasar untuk latihan kepekaan dan daya tangkap sensorik pada perubahan lingkungan serta rangsangan yang diterima si kecil pada indranya. Suatu cara yang sederhana namun memiliki pengaruh yang besar bagi pertumbuhan struktural dan perkembangan fungsional organ otak pada si kecil.

Konsep ini disebut treatment sensorik yaitu memberikan rangsangan yang terarah dan teratur pada indera si kecil yang meliputi indera penglihatan, pendengaran, pembau, perasa dan peraba. Perlakuakn yang seimbang dan tidak berlebihan akan melatih kerja saraf pada otak.

Dari uraian diatas sebenarnya tidak memerlukan biaya yang mahal untuk kita dapat meningkatkan itelegensi anak kita, karena dilingkungan sekitar kita ada begitu banyak obyek yang bisa meningkatkan itelegensi anak. Seperti bunga yang memiliki warna yang cerah bisa digunakan untuk menstimulus kecerdesan anak melalui indera penglihatan, harum bunga melati bisa digunakan untuk mentimulus melalui indera penciuman, alat musik mainan untuk menstimulus melalui indera pendengaran, tahu dan benda-benda lainnya bisa digunakan untuk menstimulus melalui indera peraba, dan juga berbagai rasa minuman dan makanan – tentu saja yang cocok untuk usianya – bisa digunakan untuk mesntimulus melalui indera perasanya.

Kunci dari semua itu, ijinkan anak kita untuk mengeksplorasi berbagai hal yang ada disekitarnya, jangan terlalu banyak melarang jika hal itu tidak membahayakan bagi si anak. Semoga apa yang saya bagikan ini bisa bermanfaat.

Salam

Minggu, 06 November 2011

Pijat Refleksi. Badan Sehat Dengan Biaya Hemat

Setiap orang pasti menginginkan memiliki tubuh yang sehat, terbukti banyak dari mereka yang rela mengeluarkan uang dengan jumlah yang tidak sedikit untuk memiliki tubuh yang sehat. Tetapi apakah untuk mendapatkan tubuh yang sehat kita harus mengeluarkan uang? Jawabannya tidak harus, banyak cara untuk mendapatkan tubuh yang sehat tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun, salah satunya adalah dengan pijat refleksi kaki.

Apa itu daerah refleksi kaki?
Daerah refleksi kaki adalah titik-titik pusat urat syaraf yang berhubungan dengan organ-organ tubuh tertentu. Titik-titik ini tersebar diseluruh tubuh, tetapi yang paling banyak dipijat adalah titik-titik pusat yang ada di telapak kaki. Dengan memijat daerah refleksi tertentu akan memperlancar peredaran darah yang ada di organ tubuh tertentu.


Gambar titik-titik refleksi dan organ tubuh yang terhubung

Sejarah pengobatan dengan pijat refleksi
Pengobatan ini berasal dari Tiongkok, dan sudah dipraktekkan ribuan tahun. Kemudian pengobatan ini di sebarkan oleh Hedi Masafret, seorang yang berkebangsaan Swiss. Hedi Masafret mengembangkan dan mempraktekkan pengobatan ini, sehingga di kota Stross didirikan sebuah klinik yang bernama “Center For Fitness Training”, di tempat ini sudah ribuan orang disembuhkan dengan metode pijat refleksi. Kemudian pengobatan ini terus menyebar sampai ke Amerika dan Asia.

Pijat Refleksi kaki dengan cara yang murah
Karena khasiat dari metode pengobatan dengan pijat refleksi kaki, saat ini banyak kita temui klinik-klinik pengobatan dengan metode ini, dan juga alat-alat yang berharga cukup mahal agar seseorang bisa mendapatkan pijatan. Tetapi sebenarnya kita tidak perlu mengeluarkan biaya begitu besar untuk bisa mendapatkan manfaat dari pijat refleksi ini. Kita bisa membuat alat-alat yang sederhana dari kayu atau batu, yang kita tata sedemikian rupa ( lihat gambar ). Dan untuk mendapatkan manfaat dari pijat refleksi kaki dengan alat ini kita cukup menginjak-injaknya selama kurang lebih 30 menit.

Alat sederhana dari kayu untuk pijat refleksi kaki. Sangat fleksibel bisa dibawa kemana-mana, sehingga kita bisa menginjak-injak sambil menonton TV atau mendengarkan radio untuk mengusir kebosanan.


Disamping bisa berfungsi sebagai hiasan taman, ini juga bisa digunakan sebagai sarana untuk pijat refleksi kaki

Dan sudah hampir sepuluh tahun saya lakukan aktivitas seperi ini, dan manfaat yang saya rasakan sangat besar sekali. Semoga apa yang saya bagikan ini bisa bermanfaat.  Sekali lagi untuk medapatkan tubuh yang sehat tidak harus mahal.

Salam
dma.setiawan

Selasa, 01 November 2011

Keywords Mempertahankan Perkawinan

Seringkali saya mendengar bahwa usia perkawinan antara satu sampai dengan lima tahun adalah masa-masa yang rawan, dimana angka perceraian banyak terjadi. Sifat manusia yang cenderung menjadi bosan dengan sesuatu yang dimiliki atau dilakukan terus menerus itu adalah hal yang wajar, begitu juga dalam perkawinan, jangankan lima tahun, kadang seorang baru menikah dua tahun sudah mengalami kebosanan. Lalu bagimana kita bisa mempertahankan sebuah perkawinan?

Bagi mereka yang sering melakukan aktivitas blogging mengenal apa yang namanya SEO atau Search Engine Optimization, yaitu bagaimana agar blog kita bisa masuk urutan yang paling bagus dalam mesin pencari dengan cara pemilihan keywords yang baik.

Begitu juga dalam mengarungi bahtera perkawinan, ada beberapa keywords yang seharusnya dihilangkan dan ada keywords-keywords yang seharusnya digunakan

Keywords-keywords yang seharusnya dihilangkan, dalam sebuah perkawinan.

“perceraian”
Perceraian hanya akan meinggalkan luka bagi kedua belah pihak, terlebih bagi seorang anak yang masih membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tua. Masa depan anak menjadi taruhannya bila orang tuanya bercerai.

“poligami”
Didunia ini tidak ada seorangpun yang mau diduakan, ada pihak-pihak – hal ini istri – yang merasa sakit hati kalau suaminya harus berbagi dengan orang lain. Masa depan anak juga menjadi taruhannya, karena anak-anak yang orang tuanya melakukan poligami tidak medapatkan kasih sayang sepenuhnya dari seorang Bapak. Dan apabila mereka memiliki anak laki-laki, pola ini akan ditiru dikemudian hari. Dan  bila mereka memiliki anak perempuan, maka rasa malu dan minder akan terbawa sampai dewasa karena mereka telah melihat bahwa ibu mereka diperlakukan seperti itu.

Dan keywords-keywords yang seharusnya ada di dalam sebuah perkawinan, diantaranya:

“kasih”
Berikanlah kasih yang sejati. bagaimana caranya, lihatlah hal-hal yang terbaik dari pasangan Anda. Setiap manusia pasti mempunyai sisi baik, kalau selama ini kita tidak menemukan bukan karena tidak ada, tetapi karena kita kurang serius dalam menggali sisi terbaik dari pasangan kita. Dengan kita betul-betul mengetahui sisi terbaik dari pasangan kita, maka kita akan terhindar dari kasih yang pura-pura, terhindar dari kemunafikan.

“memahami”
Belajarlah untuk memiliki kepekaan dalam memahami keinginan pasangan, dan kesediaan untuk memberikannya. Komunikasi adalah kunci utamanya, semakin kita intens berkomunikasi dengan pasangan, maka semakin mudah untuk saling memahami. 

“menolong”
Tawarkanlah bantuan. Tidak ada sebuah institusi yang akan langgeng jika para anggotanya egois dan tidak mau saling membantu satu dengan yang lain. Jangan memiliki pola pemikiran yang terkotak-kota, kalau mengurus anak dan rumah tangga itu bagiannya wanita, dan mencari uang bagiannya kaum pria. Tetapi berpikirlah seperti pemain bulu tangkis ganda, yang saling mengisi satu dengan yang lain.

“hormat”
Jangan menuntut untuk dihormati pasangan kita, tetapi biarlah penghormatan itu mengalir karena kita telah menghormati diri sendiri, menghormati pasangan kita dan kita menunjukkan kompetensi kita didalam keluarga.

“doa”
Perkawinan bagaikan kita membangun sebuah rumah dengan suami dan istri sebagai pilar. Doa bagaikan pondasi yang akan menopang pilar itu tetap kokoh dalam keadaan apapun.

Demikianlah sedikit pengetahuan dan pengalaman kami mengarungi bahtera perkawinan.

Bagaimana pendapat Anda


Salam
dma.setiawan  

Kamis, 20 Oktober 2011

Tips mengatasi iri hati

“Hati yang tenang menyehatkan badan; iri hati bagaikan penyakit yang mematikan”. Raja Salomo dari Israel mengingatkan. Iri hati adalah awal dari sebuah malapetaka, bagaimana orang tega menghabisi nyawa sesamanya, atau seseorang melakukan tindakan-tindakan korupsi, itu semua berawal dari perasaan iri hati.

Setiap kali saya membandingkan diri saya dengan orang-orang yang ada disekitar saya entah itu teman kantor atau teman-teman semasa sekolah dulu, terutama mereka-mereka yang memiliki lebih dari saya, pada saat itu juga hati saya langsung dikuasai oleh perasaan iri hati. Tidak lama kemudian saya mulai mencari-cari hal-hal yang tidak beres terhadap orang-orang tersebut, ujung-ujungnya, pada saat bertemu dengan orang yang bersangkutan respon saya menjadi tidak menyenangkan, padahal orang tersebut tidak berbuat salah kepada saya. Itulah contoh kecil saat hati kita dikuasai oleh iri hati.

Iri hati bukanlah sesuatu yang dipicu dari luar, tetapi sesuatu yang munculnya dari hati. Itu berarti penanganannya juga harus oleh diri kita sendiri. Bagaimana kita bisa membebaskan diri kita dari perasaan iri hati yaitu dengan senantiasa mengucap syukur. Seorang bernama Amy Vanderbilt mengatakan: “Ketika kita belajar bersyukur, kita belajar berkonsentrasi bukan kepada hal-hal yang buruk, melainkan kepada hal-hal yang baik dalam kehidupan ini”.

Hal lain yang membuat seseorang iri hati adalah kekhawatiran. Kekhawatiran bahwa ia tidak akan mendapatkan apa yang diinginkannya. Mereka memiliki pola pikir bahwa apa yang disediakan bumi ini lebih sedikit dari jumlah orang yang menginginkannya. Sebetulnya kalau kita mau sedikit merenungkannya, jumlah penduduk didunia ini mengalami penambahan jumlah yang sangat luar biasa, tetapi toh bumi tidak pernah kehabisan sumber daya. Itu berarti bahwa Tuhan telah menyediakan segala sesuatunya cukup bagi manusia. Untuk itu janganlah kita khawatir akan apapun juga, kembali lagi kita harus bersyukur kepada Tuhan karena apa yang telah disediakanNya.

Dan apabila kita melihat mereka-mereka yang melakukan tindak korupsi hidupnya lebih makmur dari kita janganlah hati kita iri, tetaplah setia kepada perbuatan yang jujur karena masa depan kita pasti terjamin dan harapan kita tidak akan sia-sia.


Bagaimana pendapat Anda


Salam
dma.setiawan

Senin, 10 Oktober 2011

Tips agar tidak berurusan dengan debt collector



Di tempat saya bekerja, bagian keuangan selalu mengatakan; “kalau bisa hutang ngapain kita harus bayar cash” kepada bagian pembelian. Hutang memang tidak bisa lepas dari dinamikan kehidupan pada jaman sekarang. Coba kita simak berapa banyak para penjual menawarkan barang dagangannya dengan menawarkan fasilitas hutang, dan pihak yang paling getol menawarkan hutang adalah para penerbit kartu kredit.

Tetapi kalau kita simak dalam berita-berita baik di surat kabar ataupun televisi, banyak diantara para pengguna kartu kredit akhirnya terjerumus ke dalam lembah hutang yang sangat dalam, tanpa disadari akhirnya mereka harus berurusan dengan yang namanya debt collector. Kalau sudah begini yang menerima akibatnya bukan cuman pemegang kartu tetapi keluarga dan orang-orang dekat juga mengalami ketidaknyamanan karena berurusan dengan debt collector.

Sebetulnya kartu kredit bisa memberikan manfaat yang sangat banyak apabila kita tahu bagaimana cara menggunakannya, diantaranya kita tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar kemana-mana, yang kedua kita bisa mendapatkan fasilitas hutang tanpa harus dikenai bunga ( simak caranya di poin keempat dibawah ini ).

Saya sudah hampir tiga tahun menggunakan kartu kredit dan tidak pernah sekalipun saya gagal bayar, apalagi berurusan dengan debt collector. Berikut ini saya bagikan sedikit tips semoga berguna bagi para pembaca:

Pertama, belanjalah dengan kartu kredit untuk keperluan-keperluan yang pokok. Jangan menggunakan kartu kredit untuk barang-barang yang sifatnya sekunder. Sekali tempo boleh, tapi jangan itu kemudian menjadi kebiasaan.

Kedua, Tentukan limit Anda sendiri – bukan limit dari penerbit kartu kredit – dalam satu bulan berapa yang harus Anda belanjakan ( 10% dari limit yang diberikan penerbit kartu kredit saya kira sudah lebih dari cukup ).

Ketiga, carilah penerbit kartu kredit yang sama dengan tempat Anda menabung, karena ini akan menghemat biaya bank yang harus kita keluarkan, saat membayar tagihan kartu kredit.

Keempat, lunasi seluruh tagihan di bulan berikutnya, inilah pentingnya point kedua. Kalau Anda lunasi seluruh tagihan di bulan berikutnya akan membebaskan Anda dari bunga. Kalau ada fasilitas auto debet pembayaran kartu kredit dari tabungan Anda, gunakan itu, itulah mengapa di poin tiga saya sarankan untuk mencari penyelenggara kartu kredit yang sama dengan tempat Anda menabung.

Demikian sedikit tips dan sharing pengalaman yang telah saya lakukan dengan kartu kredit. Saya jamin 100% kalau Anda lakukan keempat point diatas Anda tidak akan pernah berurusan dengan debt collector

Semoga bermanfaat.

Salam.
dma.setiawan 

Kamis, 29 September 2011

Keywords untuk mempertahankan perkawinan

Seringkali saya mendengar bahwa usia perkawinan antara satu sampai dengan lima tahun adalah masa-masa yang rawan, dimana angka perceraian banyak terjadi. Sifat manusia yang cenderung menjadi bosan dengan sesuatu yang dimiliki atau dilakukan terus menerus itu adalah hal yang wajar, begitu juga dalam perkawinan, jangankan lima tahun, kadang seorang baru menikah dua tahun sudah mengalami kebosanan. Lalu bagimana kita bisa mempertahankan sebuah perkawinan?

Bagi mereka yang sering melakukan aktivitas blogging mengenal apa yang namanya SEO atau Search Engine Optimization, yaitu bagaimana agar blog kita bisa masuk urutan yang paling bagus dalam mesin pencari dengan cara pemilihan keywords yang baik.

Begitu juga dalam mengarungi bahtera perkawinan, ada beberapa keywords yang seharusnya dihilangkan dan ada keywords-keywords yang seharusnya digunakan

Keywords-keywords yang seharusnya dihilangkan, dalam sebuah perkawinan.

“perceraian”
Perceraian hanya akan meinggalkan luka bagi kedua belah pihak, terlebih bagi seorang anak yang masih membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tua. Masa depan anak menjadi taruhannya bila orang tuanya bercerai.

“poligami”
Didunia ini tidak ada seorangpun yang mau diduakan, ada pihak-pihak – hal ini istri – yang merasa sakit hati kalau suaminya harus berbagi dengan orang lain. Masa depan anak juga menjadi taruhannya, karena anak-anak yang orang tuanya melakukan poligami tidak medapatkan kasih sayang sepenuhnya dari seorang Bapak. Dan apabila mereka memiliki anak laki-laki, pola ini akan ditiru dikemudian hari. Dan  bila mereka memiliki anak perempuan, maka rasa malu dan minder akan terbawa sampai dewasa karena mereka telah melihat bahwa ibu mereka diperlakukan seperti itu.

Dan keywords-keywords yang seharusnya ada di dalam sebuah perkawinan, diantaranya:

“kasih”
Berikanlah kasih yang sejati. bagaimana caranya, lihatlah hal-hal yang terbaik dari pasangan Anda. Setiap manusia pasti mempunyai sisi baik, kalau selama ini kita tidak menemukan bukan karena tidak ada, tetapi karena kita kurang serius dalam menggali sisi terbaik dari pasangan kita. Dengan kita betul-betul mengetahui sisi terbaik dari pasangan kita, maka kita akan terhindar dari kasih yang pura-pura, terhindar dari kemunafikan.

“memahami”
Belajarlah untuk memiliki kepekaan dalam memahami keinginan pasangan, dan kesediaan untuk memberikannya. Komunikasi adalah kunci utamanya, semakin kita intens berkomunikasi dengan pasangan, maka semakin mudah untuk saling memahami. 

“menolong”
Tawarkanlah bantuan. Tidak ada sebuah institusi yang akan langgeng jika para anggotanya egois dan tidak mau saling membantu satu dengan yang lain. Jangan memiliki pola pemikiran yang terkotak-kota, kalau mengurus anak dan rumah tangga itu bagiannya wanita, dan mencari uang bagiannya kaum pria. Tetapi berpikirlah seperti pemain bulu tangkis ganda, yang saling mengisi satu dengan yang lain.

“hormat”
Jangan menuntut untuk dihormati pasangan kita, tetapi biarlah penghormatan itu mengalir karena kita telah menghormati diri sendiri, menghormati pasangan kita dan kita menunjukkan kompetensi kita didalam keluarga.

“doa”
Perkawinan bagaikan kita membangun sebuah rumah dengan suami dan istri sebagai pilar. Doa bagaikan pondasi yang akan menopang pilar itu tetap kokoh dalam keadaan apapun.

Demikianlah sedikit pengetahuan dan pengalaman kami mengarungi bahtera perkawinan.

Bagaimana pendapat Anda


Salam
dma.setiawan