Tampilkan postingan dengan label Character Building. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Character Building. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juli 2012

Setiap orang memandang hidup secara berbeda

Dikantor dimana saya bekerja, saya melihat ada beberapa rekan yang memiliki kecenderungan untuk suka mengatur. Suka mengatur yang dimaksud disini adalah sikap kurang bersahabat yang diperlihatkan jika orang lain tidak melakukan seperti yang dia kehendaki. Kecenderungan ini juga terjadi dilingkungan keluarga yang mana salah satu, entah sang suami atau istri menunjukkan sikap yang tidak berkenan jika pasangannya tidak melakukan sesuatu dengan cara yang seperti diinginkannya.

Dan perilaku seperti ini adalah perilaku yang umum terjadi, padahal perilaku seperti itu bisa menimbulkan stress, baik bagi si pengatur maupun orang yang diatur. Seseorang yang gemar mengatur memikul beban stress yang luar biasa berat, tidak saja karena ia harus memperhatikan betul pilihan-pilihan dan perilakunya sendiri, namun juga karena ia memaksa agar orang lain berperilaku serupa. Walaupun kadang-kadang kita dapat mempengaruhi orang lain, kita pasti tidak dapat memaksanya berbuat semau kita, bagi seseorang yang pengatur itu sangat mengesalkan.

Hal negatif yang diperlihatkan oleh si pengatur adalah, ia tidak memberikan ruang bagi orang lain untuk menjadi diri mereka sendiri. Hal ini yang menjadi penyebab sebuah organisasi mengalami guncangan jika sang pemimpin memiliki sifat seperti ini, dan menghancurkan sebuah perkawinan jika salah satu pihak memiliki sikap yang seperti ini.

Nah apabila kita memiliki kecenderungan untuk suka mengatur ada hal yang perlu diingat bahwa setiap orang memandang hidup ini secara berbeda, itu berarti bahwa mereka pasti akan berperilaku berbeda dengan kita. Dengan mengetahui hal ini maka kecenderungan suka mengatur akan mampu diminimalisasi, yang pada gilirannya akan memudahkan kita untuk bergaul dengan siapa saja.

Hubungan antar manusia bukanlah suatu pertandingan siapa mengatur siapa, tetapi sebuah yang hubungan yang bisa membawa kepada kedewasaan sebuah karakter masing-masing individu. Kalau besi menajamkan besi saat bergesekan, begitu juga manusia akan menajamkan manusia saat mereka berinteraksi.

Sikap suka mengatur sangatlah merugikan. Sikap tersebut menciptakan kebencian dan hubungan yang bernada permusuhan. Begitu kita berhenti untuk mengatur orang lain dan ketika orang lain merasa diterima secara apa adanya bukan menjadi orang yang kita inginkan, maka orang lain akan lebih menghormati dan mengagumi kita.

Bagaimana pendapat Anda?


Salam

TEMUKAN ASSESORIS MENARIK DISINI !!!

Mempertahankan integritas dalam lingkungan kerja

Dalam dunia kerja kita seringkali menghadapi dilema saat pemimpin kita meminta kita untuk melakukan sesuatu yang menghancurkan integritas kita. Kadang hal itu bukan untuk melakukan suatu kejahatan akan tetapi hanya sekedar agar sang pemimpin bisa tampil sempurna. 


Dan hal itu baru saja terjadi pada diri saya, dimana pimpinan kami meminta saya untuk membubuhkan tanda tangan palsu pada sebuah bukti transaksi, hanya supaya kelihatan bahwa depatermen yang ia pimpin tampil sempurna saat diaudit. Dengan sedikit memberanikan diri saya berusaha menolak permintaannya dengan bahasa yang halus dan sopan agar harga dirinya tidak merasa sedang diserang. Dan syukurlah akhirnya pimpinan kami bisa menerima penjelasan saya.

Seringkali kita diperhadapkan suatu pilihan dalam dunia kerja, apakah kita ingin tampil sempurna dihadapan pimpinan kita atau kita mempertahankan intergritas kita. Banyak dari kita memilih yang pertama, ingin tampil sempurna dihadapan pimpinan dengan melakukan segala cara, bahkan sampai rela melakukan kebohongan demi kebohongan.

Padahal pada saat kita melakukan suatu kebohongan demi kebohongan untuk tampil sempurna, kita akan menguras energi dan pikiran kita, karena kita akan selalu mencoba mengingat-ngingat apa yang telah kita katakan, kita menjaga jangan sampai apa yang kita katakan hari ini berbeda dengan apa yang telah kita katakan sebelumnya, agar kita tidak ketahuan kalau sedang berbohong. Dan sebenarnya pada kondisi seperti itu manusia tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Hal yang kedua adalah jangan takut untuk mengungkapkan sebuah kebenaran. Saya percaya bahwa pada saat kita berani mengungkapkan sebuah kebenaran, maka disadari atau tidak kita sedang mempengaruhi orang-orang yang ada disekitar kita untuk juga berani mengungkapkan kebenaran.

Hal yang ketiga, orang tidak akan dihukum saat mengungkapkan sebuah kebenaran. Dan kalau hal itu sampai terjadi itu berarti bahwa pintu kesempatan yang lebih lebar sedang disediakan buat kita. Karena Raja Salomo dari Israel mengatakan: Orang benar yang bersih kelakuannya -- berbahagialah keturunannya”.

Semoga apa yang saya bagikan disini membuat kita untuk tetap selalu berpegang pada integritas kita.

Bagaimana pendapat Anda?

Kualitas kepemimpinan - Bersikap Positif

Penemuan terbesar dari generasi saya adalah bahwa manusia dapat mengubah hidupnya dengan mengubah sikap berpikiranya. Kata seorang psikolog; Willian James

Thomas Edison adalah seorang yang optimis, karena ia melihat yang terbaik dalam segalanya. Ketika ia harus mencoba sepuluh ribu kali untuk menemukan bahan yang tepat untuk dijadikan lampu pijar, ia tidak memandangnya sebagai kegagalan.

Banyak pecundang adalah orang-orang yang tidak sadar betapa dekatnya mereka dengan sukses itu ketika mereka menyerah.

Victor Frankl menasehati; “Kebebasan kita yang paling hakiki sebagai manusia adalah memilih sikap kita dalam keadaan apapun”. Frankl adalah seorang yang selamat dari tahanan penjara kamp Nazi, dan sepanjang penderitaannya itu, ia tidak membiarkan sikapnya memburuk. Jika Victor Frankl bisa mempertahankan sikap yang positif, kita juga pasti bisa.

Thomas Edison mengatakan: “Seandainya satu-satunya hal yang kita wariskan kepada anak-anak kita adalah kualitas antusiasme, kita akan memberi mereka harta yang tak ternilai harganya”.

Kamis, 26 Januari 2012

Menjadikan kegagalan sebagai batu loncatan

Beberapa hari saya mengutak-atik blog saya agar mempunyai tampilan yang bagus. Saya coba menggunakan template gratisan yang banyak ditawarkan di internet. Ada pelajaran yang saya petik selama saya melakukan itu, yaitu untuk tidak takut mencoba. Ada fasilitas back up untuk template original, sehingga apabila saya tidak suka dengan tampilan yang baru, saya tinggal panggil back up filenya dan blog saya kembali seperti semula. Setelah mencoba beberapa kali akhirnya saya menemukan template yang cocok dengan selera saya, seperti yang sedang Anda lihat saat ini.

Tapi hal diatas tidak berlaku dalam kehidupan nyata, dimana tidak ada back up apabila kita mengambil suatu keputusan dan ternyata itu membuat kita gagal. Banyak orang takut mengalami kegagalan, padahal banyak orang yang mempunyai prestasi luar biasa bukan karena memiliki latar belakang keluarga yang baik, bukan karena mereka memiliki kekayaan, bukan juga karena kesempatan, tetapi mereka memiliki persepsi dan respon yang berbeda tentang kegagalan.

Kyle Rote Jr mengatakan; “Saya sangat yakin bahwa ada banyak jalan untuk menjadi pemenang, namun hanya ada satu jalan untuk menjadi pecundang, yaitu gagal dan tidak memetik hikmat dari kegagalan itu”.

Kerena dalam hidup ini, pertanyaannya bukanlah apakah kita akan menemukan masalah, melainkan bagaimana kita menangani masalah-masalah kita. Apakah kita mau mengubah kegagalan menjadi batu loncatan atau malah mengalami kemunduran. Mereka yang mengalami kemunduran karena kegagalan berharap takkan pernah gagal lagi, namun mereka yang menganggap kegagalan sebagai batu loncatan, memandang bahwa kegagalan adalah bagian dari kemajuan.

J Wallace Hamilton mengatakan; “Orang-orang berlatih untuk meraih sukses, padahal seharusnya mereka berlatih untuk menghadapi kegagalan. Kegagalan adalah jauh lebih umum daripada sukses, kemisikinan jauh lebih menjamur daripada kekayaan, dan kekecewaan jauh lebih normal daripada kepuasan”.

Bagaimana pendapat Anda?

Kamis, 22 Desember 2011

Perubahan paradigma tentang sukses

Cara hidup kita hari ini mempengaruhi hari esok kita. Kalau kita mempunyai pandangan yang keliru tentang sukses, kita akan menggunakan pendekatan yang keliru terhadap hari kita

Kebanyakan orang tidak sepenuhnya melihat bahwa kehidupan itu sebenarnya sulit. Mereka menganggap bahwa kehidupan itu seharusnya mudah, sehingga mereka asumsikan apapun yang sulit pastilah itu mustahil. Ketika sukses tidak tergapai, kita tergoda untuk menyerah dan mengasumsikannya sebagai tidak mungkin kita raih.

Kalau kita belum sukses, kita memandang sukses itu sebagai sebuah misteri, kita tinggal menemukan rumusan ajaibnya yang akan memecahkan segala masalahnya. Itulah sebabnya banyak buku yang menawarkan sukses secara instan laris dipasaran, karena mereka ingin sukses tanpa membayar harganya.
                   
Mengasah ketrampilan
Ada sebagian orang menjelaskan sukses, adalah apabila kita berada di tempat yang tepat dan waktu yang tepat, sehingga mereka mengharapkan hal itu. Tetapi perbandingan untuk mendapatkan hal itu adalah 50 banding 1. Daripada hanya mengharapkannya, seseorang lebih baik bekerja keras mengasah keterampilannya untuk mendapatkan peluang sukses. Karena seseorang yang tidak berbuat apa-apa selain mengharapkan peluang, tidak akan siap memanfaatkannya ketika peluang itu muncul

Hari ini adalah waktu yang tepat untuk sukses
Sukses dan kegagalan kita dimasa lalu tampak lebih besar daripada yang sesungguhnya, padahal  hari inilah satu-satunya waktu yang kita punyai. Hari kemarin sudah terlambat, dan kita tidak bisa mengendalikan hari esok. Itulah sebabnya hari ini penting.

Ada orang yang tidak pernah melupakan prestasi-prestasinya di masa lalu. Mereka menjadi sebuah monumen karena lebih banyak menghabiskan waktunya memikirkan saat-saat ketika ia berada dipuncak daripada berusaha mencapai tingkatan itu lagi.

“Hari kemarin sudah berakhir semalam”. Seberapa buruk kegagalan yang pernah kita alami di masa lalu, itu sudah terjadi dan hari ini adalah hari yang baru. Seberapa besar keberhasilan yang pernah kita capai , sedikit sekali dampaknya terhadap apa yang kita kerjakan hari ini.

Kita terlalu berharap kepada hari esok. Mengharapkan hari-hari mendatang lebih baik, tanpa mempersiapkan untuk menjadikannya, akan membawa pada kekecewaan. Mengharapkan hari depan yang baik tanpa berinvestasi dalam hari ini adalah sama saja seperti seorang petani  yang menantikan panennya tanpa pernah menaburkan benihnya.

Benjamin Franklin mengatakan; “Hari inilah satu-satunya waktu yang kita punyai, tetapi banyak orang yang membiarkannya terlepas dari genggamannya. Mereka tidak mengenali nilai atau potensi hari ini”. Kalau kita ingin berbuat sesuatu dengan kehidupan kita, kita harus fokus kepada hari ini. Disinilah letak sukses hari esok. Rahasia sukses kita ditentukan oleh agenda harian kita

Bagaimana pendapat Anda?

Kamis, 08 Desember 2011

Sikap mau diajar

“Padahal saya tidak melakukan apa-apa lho, tiba-tiba ini terjadi begitu saja”. Itulah jawaban yang selalu diberikan oleh teman saya saat komputernya mengalami masalah dan saya mencoba mencari tahu penyebabnya dengan menanyakannya. Padahal maksud dari pertanyaan saya bukan untuk mencari kesalahan akan tetapi untuk mengantisipasi agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi.

Apabila seseorang mempertahankan sikap seperti yang diperlihatkan oleh teman saya akan sangat merugikan bagi dirinya sendiri. Karena pada saat seseorang mau mengakui sebuah kesalahan yang telah ia perbuat, itu menunjukkan bahwa ia memiliki sikap yang mau belajar dan mau diajar.

Dengan sikap yang mau diajar dan mau belajar seseorang akan lebih cepat mengalami sebuah keberhasilan, seperti yang dikatakan oleh Sidney Harris; “Seorang pemenang mengetahui berapa banyak yang masih harus dipelajarinya, sekalipun ia sudah dianggap ahli oleh orang lain. Sedangkan seorang yang gagal selalu ingin dianggap ahli oleh orang lain sebelum menyadari betapa sedikitnya yang ia ketahui”. Jika kita hidup untuk belajar, kita akan benar-benar belajar untuk hidup.

Jika ada satu faktor tunggal yang menentukan sukses dalam hidup, itu adalah kemampuan untuk memetik sebuah pelajaran dari setiap kesalahan yang diperbuat. Dibutuhkan nasehat orang lain agar kita bisa memetik sebuah manfaat dari kesalahan yang telah kita perbuat, itu berarti sikap terbuka sangat diperlukan. Akan sangat sulit terjadi pada saat kita ingin belajar dari sebuah kesalahan yang telah kita lakukan, disisi lain ego kita masih tinggi. Perlu kerendahan hati agar kita memiliki sikap yang mau diajar dan mau belajar.

Bagaimana pendapat Anda?

Selasa, 06 Desember 2011

Blogger Malaysia iri

Suatu kali saya melakukan postingan dengan judul "Luar biasa Indonesia" yang isinya adalah mengapresiasi atlet Indonesia yang berlaga di SEA GAMES, karena perjuangan mereka yang gigih akhirnya Indonesia meraih juara umum. Hanya itu tujuan saya.

Kemudian saya dapati sebuah comment, dari Malaysia, isinya seperti dibawah ini…


Sebuah komentar yang penuh dengan nada iri, ditambah lagi pakai nama anonim sehingga saya tidak bisa kunjungi balik blognya.

Itu yang membuat saya sangat bangga kalau sampai ada warga negara dari negara lain iri dengan bangsa Indonesia, itu berarti bahwa bangsa ini memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.

Semoga bangsa kita bangsa Indonesia terus mampu membuat bangsa lain berdecak kagum atas semua prestasi yang diukir oleh putra-putri Indonesia. Amen.

Selasa, 29 November 2011

Jangan jadi berantakan karena gangguan kecil

Suatu kali saat pulang dari sebuah training di Jakarta kami bertiga mengalami delay pesawat selama lebih dari 4 jam. Karena sudah 3 hari meninggalkan rumah, keinginan untuk segera sampai rumah sangat kuat. Wajah istri dan anak saya yang masih berumur 1 tahun terus membayangi saya.

Beberapa penumpang sudah mulai resah, beberapa kali secara bergantian orang-orang menghampiri bagian informasi untuk menanyakan kepastian keberangkatan pesawat. Para pegawai maskapai yang akan kami tumpangi sibuk menjawab dengan berbagai alasan yang kadang terkesan dibuat-buat.

Kami bertiga berusaha untuk tidak ikut para penumpang yang mulai tidak sabar, kata-kata protes bahkan makian mulai terdengar. Kami berusaha mengisi waktu dengan tidur, secara bergiliran kami tidur agar kami tetap bisa update informasi.

Akhirnya kami berangkat juga jam 11 malam, dari jam 7 yang dijadwalkan, ada rasa khawatir juga dengan pesawat yang kami tumpangi, karena tidak ada informasi yang jelas mengapa sampai terjadi delay begitu lama. Tapi syukurlah kami sampai di Surabaya dengan selamat.

Dari cerita diatas saya memetik sebuah pelajaran bahwa kita harus belajar untuk tetap tenang dalam menghadapi hal-hal kecil yang terjadi diluar kendali kita. Segala perasaan yang timbul didalam diri kita bukan dipengaruhi oleh apa yang terjadi diluar kita, semuanya tergantung apa yang terjadi di dalam.

Hal-hal kecil yang menjengkelkan kadang tidak kita sadari telah menyita perhatian kita, sehingga seluruh energi kita habis untuk mengeluhkannya yang pada akhirnya membuat kita mengalami kelelahan. Hal ini kemudian berdampak pada diri kita sendiri, kita menjadi mudah marah, tidak sabaran dan akhirnya produktivitas menurun.

Ada seseorang yang mengeluhkan layanan broadcast di Black Berrynya yang menggangu. Saya hanya mengatakan bahwa apapun yang ada di dunia ini pasti ada dua sisi, yaitu sisi yang positif dan sisi yang negatif. Kalau kita mau menikmati hal yang positif kita harus legawa menerima hal yang negatifnya. Daripada mengeluhkan hal-hal yang diluar kendali kita, lebih baik kita mulai mensyukuri apa yang telah kita miliki, karena tidak semua orang bisa memiliki Black Berry. Sekali lagi, “Jangan mengeluhkan hal-hal kecil yang mengganggu kita yang tidak bisa kita kendalikan”.
                                                                                                                         
Bagaimana pendapatan Anda?

Minggu, 27 November 2011

Menghargai waktu kita

Seorang kakek terbangun dari tidurnya di pagi hari, ia duduk dipinggir ranjang, matanya menatap kosong. Dia menghela nafas dan bergumam, “seandainya masa mudaku tidak aku sia-siakan”.

Seandainya seseorang diberi pilihan apakah mereka lebih mau menghemat waktu atau uang, sebagian besar orang akan memilih uang. Padahal bagaimana kita menghabiskan waktu jauh lebih penting daripada bagaimana kita menghabiskan uang. Kekeliruan soal uang seringkali masih bisa dikoreksi, tetapi begitu kehilangan waktu, hilanglah itu selamanya.

Waktu adalah komoditi yang sangat berharga, saat kita mampu menjaga baik-baik waktu luang kita, maka itu akan menjadi sebuah berlian yang tak ternilai harganya, akan tetapi kalau kita membuang sia-sia waktu luang kita, kita tidak akan pernah tahu seberapa berharganya waktu luang itu. untuk itu kita harus senantiasa mengasahnya, dengan cara melakukan hal-hal yang dapat memberikan nilai tambah baik bagi diri kita sendiri atau bagi lingkungan kita.. 

Pujangga Carl Sanburg mengatakan:
Waktu itulah yang paling berharga dalam kehidupan Anda, Anda seoranglah yang menentukan bagaimana itu akan Anda habiskan. Hati-hatilah jangan sampai orang lain menghabiskannya bagi Anda.

Yang kedua, disamping kita menghargai waktu yang kita punyai, kita juga harus menghargai waktu yang dipunyai orang lain. Dalam setiap kesempatan untuk janji bertemu, jangan membiarkan orang lain harus menunggu Anda terlalu lama. Saya yakin kalau kita yang berada di posisi tersebut pasti juga akan jengkel. Untuk itu kita harus tepat waktu dalam setiap kesempatan.

Sebelum segalanya terlambat, tidak ada salahnya mulai dari sekarang kita gunakan waktu kita sebaik-baiknya. Jangan berharap Doraemon akan datang kepada kita dan meminjamkan mesin waktunya.

Bagaimana pendapat Anda?

Sabtu, 26 November 2011

Yang diperlukan seorang pemimpin

Hal yang paling sulit untuk sebuah negara adalah suksesi kepemimpinan. Kita ambil contoh Indonesia yang telah mengalami pergantian pemimpin beberapa kali akan tetapi hasil nyata yang bisa dirasakan oleh masyarakat – khususnya masyarakat dari golongan kecil – belum terlihat. Hal yang paling menakutkan ialah apabila terjadi ketidak percayaan masyarakat terhadap para pemimpin, ini akan menjadikan Indonesia mengalami krisis kepemimpinan.

Agar para pemimpin atau calon pemimpin mendapatkan kepercayaan dari anggotanya, ada beberapa hal yang harus dimiliki, diantaranya adalah:

Karakter 
Karakter akan nampak jelas terlihat saat pemimpin menangani berbagai permasalahan, baik permasalahan yang terkait dengan organisasi yang dipimpinnya maupun permasalahan pribadinya. Karakter adalah sebuah pilihan, yang munculnya dari dalam diri manusia, bukan sesuatu yang dipengaruhi oleh lingkungan luar dirinya.

Komitmen
Komitmen adalah sebuah janji yang serius untuk seorang pemimpin terus maju, untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan dan rintangan. Orang takkan mengikuti para pemimpin yang tidak memiliki komitmen. Komitmen tampak dalam berbagi aspek termasuk jam kerja, bagaimana upaya kita meningkatkan kemampuan kita, atau pengorbanan apa yang kita lakukan bagi rekan kerja. Komitmen berarti juga melakukan apa yang telah dikatakan. 

Fokus
Apakah syarat agar memiliki fokus yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin yang benar-benar efektif? Kuncinya adalah prioritas dan konsentrasi. Seorang pemimpin yang mengetahui prioritasnya, namun kurang konsentrasi, sama dengan orang yang mengetahui apa yang harus diperbuatnya tetapi tidak pernah dilaksanakannya. Jika seorang pemimpin cukup konsentrasi tetapi tidak memiliki prioritas, ia mencapai kesempurnaan tanpa kemajuan. Namun jika seorang pemimpin memiliki keduanya, ia berpotensi mencapai hal-hal besar.

Komunikasi
Mengembangkan ketrampilan berkomunikasi yang sempurna sungguh sangat penting bagi kepemimpinan yang efektif. Sang pemimpin harus dapat membagi pengetahuan serta gagasan-gagasannya untuk menciptakan desakan serta antusiasme pada diri orang lain. Jika seorang pemimpin tak dapat menyampaikan pesan dengan jelas dan tak dapat memotivasi orang lain untuk menindaklanjutinya, maka memiliki pesan untuk disampaikannyapun menjadi percuma.

Keberanian
Karl Barth, seorang teolog Swiss mengatakan: “Keberanian adalah rasa takut yang telah disertai dengan doa”. Keberanian adalah melakukan apa yang kita takutkan. Bagi para pemula yang ingin belajar berenang, rasa takut muncul saat mereka harus terjun ke air, tetapi saat mereka mulai melompat ke dalam air, rasa takut itu menjadi sirna.

Murah Hati
Calvin Coolidge, Presiden Amerika mengatakan: “Tak seorangpun pernah diberikan kehormatan atas apa yang diterimanya. Kehormatan diberikan sebagai imbalan atas apa yang diberikannya”. Ukuran seorang pemimpin bukanlah jumlah orang yang melayaninya, melainkan jumlah orang yang dilayaninya. Kemurahan hati menuntut kita untuk mendahulukan orang lain.
  
Bersikap Positif

Bersikap positif berarti mampu melihat hal-hal yang baik dalam segala keadaan. Para pemimpin yang mempunyai sikap yang positif biasanya akan mampu membawa organisasinya melewati segala badai tantangan. 

Ketujuh hal tersebut diatas tidak bisa didapatkan secara instan akan tetapi harus melalui sebuah proses. Mari kita sama-sama belajar tentang ketujuh hal tersebut, agar kita menjadi para pemimpin yang sejati. Karena kita semua adalah seorang pemimpin, yaitu pemimpin bagi diri kita sendiri.


Bagaimana pendapat Anda?

Rabu, 23 November 2011

Apa yang menarik dari cicak?


Pernahkan Anda bertemu dengan orang-orang yang selalu menceritakan kehebatan masa lalunya, ataukah Anda pernah bertemu dengan orang-orang yang selalu mengkhawatirkan akan masa yang akan datang.

Kedua perilaku tersebut tidak akan membawa kita kemana-mana, mereka yang selalu menceritakan kehebatan masa lalunya hanya akan terbelenggu dengan sejarah, mereka hanya menjadi sebuah monumen dan tidak akan bergerak maju.

Sedangkan mereka yang mengkhawatirkan akan masa depan, terbelenggu dengan ketakutan-ketakutannya. Ketakutan dalam bahasa Inggris adalah Worry yang diartikan oleh Webster dictionary “to harass by tearing, biting, or snapping especially at the throat”. Orang yang merasa ketakutan atau khawatir seperti orang yang tercekik tenggorokannya, membuat orang itu tidak bisa bernafas. Begitu juga dengan orang yang khawatir akan kehabisan energy karena kekhawatirannya itu.

Supaya kita tidak terjebak dengan keberhasilan atau kegagalan kita dimasa lalu atau ketakutan kita akan masa yang akan datang, kita harus memfokuskan segala upaya kita pada hari ini “karena hari inilah satu-satunya waktu yang kita punyai, apa yang kita lakukan pada hari ini akan menentukan apa yang terjadi di masa datang”.

Bagaimana agar hari ini menjadi sebuah mahakarya?

Mari kita belajar dari binatang yang namanya cicak. Betul… binatang ini kecil dan kita bisa menangkapnya dengan tangan kita, tetapi binatang ini juga sangat luar biasa, karena dia bisa juga berada di istana Presiden. Saya yakin kalau Cicak bisa ngomong pasti akan diminta membeberkan rahasianya oleh para politikus.

Lalu apa yang bisa kita pelajari dari Cicak?

Cicak tidak mempunyai ambisi apapun, yang ia lakukan hanyalah mengejar nyamuk, karena hanya itulah keahliannya, kalau tiba-tiba ia bisa berada di Istana Presiden itu semua hanya karena ia mengejar nyamuk bukan mengejar Istana Presiden.

Demikian juga seharusnya kita, apapun profesi kita saat ini, yang terpenting adalah lakukan apa yang menjadi keahlian kita masing-masing, berikan yang terbaik, jangan terpaku pada keberhasilan masa lalu, karena itu sudah menjadi sejarah, dan jangan juga takut akan masa depan, karena itu masih sebuah misteri. Saya percaya kalau kita setia melakukan hal-hal kecil dengan baik, suatu saat kita akan dipercaya untuk melakukan hal-hal yang besar. 

Minggu, 20 November 2011

Luar biasa Indonesia

Hanya itu yang bisa saya katakan menyaksikan perjuangan para atlet di SEA GAMES 2011. Saat tulisan ini dibuat Indonesia masih menduduki peringkat teratas dengan 140 Medali Emas. Dengan segala persiapan yang carut marut ditambah dengan kasus korupsi yang sarat muatan politis yang terjadi di Wisma Atlet dibandingkan prestasi yang di raih atlet Indonesia sungguh sangat luar biasa.

Selama ini kita disuguhi betapa ancurnya persiapan SEA GAMES 2011 di Palembang oleh media massa, sedangkan pembinaan para atlet dan persiapannya menghadapi SEA GAMES 2011 sangat minim pemberitaan. Tetapi sungguh sangat luar biasa ditengah pemberitaan yang menurunkan semangat juang para atlet justru mereka mampu menunjukkan bahwa mereka bisa. Mental juara yang diperlihatkan para atlet patut kita beri apresiasi.

Mental juara juga diperlihatkan oleh team sepak bola asuhan Rachmad Darmawan, saat di semifinal menghadapi Vietnam sungguh perjuangan yang luar biasa. Team sepak bola U23 juga minim pemberitaan, selama ini kita jarang mendengar segala persiapan dan pembentukan team ini, tetapi begitu muncul sangat mengejutkan masyarakat Indonesia.

Dukungan untuk team merah putih
Kita semua masyarakat Indonesia berharap Indonesia akan menjadi juara umum SEA GAMES 2011 ini agar bangsa ini kembali mendapat kehormatan dan keharuman nama bangsa dikembalikan, sehingga kita sebagai Warga Negara Indonesia menjadi bangga lahir, hidup dan dibesarkan di Indonesia
.
Juga kita berdoa untuk team kesebelasan Indonesia agar mampu mengalahkan Malaysia di final, karena bukan saja pertarungan perebutan medali tetapi juga gengsi bangsa dipertaruhkan.

Harapan untuk menjadi bangsa yang besar
Semoga dengan keberhasilan team merah putih di SEA GAMES 2011 ini semua pihak tersadar bahwa nama bangsa lebih penting daripada kepentingan sebuah golongan atau pribadi, sehingga praktek-praktek tidak terpuji seperti korupsi mampu dihilangkan dari bangsa yang besar ini. Semoga.

Dan dari semua itu kita hanya bisa memekikkan sorak…
“Viva Indonesia”
“Viva Merah Putih”
“Terbanglah tinggi Garudaku”.

Jumat, 18 November 2011

Ketika mempunyai atasan yang cerewet

Bagi mereka yang bekerja di sebuah perusahaan pastilah mempunyai seorang atasan. Namun kebanyakan seorang atasan seringkali adalah orang yang sangat cerewet, suka mengatur, maunya sendiri dan kadang tidak memikirkan perasaan orang lain.

Sikap yang umum yang diperlihatkan oleh seorang bawahan biasanya berkeluh kesah tentang mereka, mungguncingkan mereka bersama rekan-rekan yang lain dan bahkan pikiran yang paling ektrem adalah berharap mereka tertimpa celaka. Akan tetapi sikap seperti itu justru akan menambah stress si pekerja, dan akan membuat jarak semakin lebar dengan atasan.

Agar situasi diatas tidak semakin membuat si pekerja mengalami stress yang berkepanjangan, perlu adanya perubahan paradigma tentang atasan yang cerewet. Ada dua hal positif yang bisa saya bagikan agar kita bisa merubah paradigma saat kita harus berhadapan dengan atasan yang cerewet.

Pertama, Seringkali saat kita menghadapi atasan yang cerewet kita mengambil kesimpulan bahwa sikap seperti itu ditujukan untuk menyerang kita secara pribadi, kita menganggap sang atasan hanya ingin menyusahkan kita.

Sikap seperti diatas akan semakin membuat kita tertekan, untuk itu kita perlu menyadari bahwa sikap cerewet yang diperlihatkan oleh atasan bukanlah ditujukan kepada kita secara pribadi. Pada hakikatnya, mereka berbuat demikian karena terpaksa – terperangkap dalam peran yang mengharuskan mereka bersikap cerewet.

Kedua, orang yang paling cerewet seringkali adalah orang yang mendorong kita keluar dari zona nyaman, dan membantu kita mencapai prestasi yang tinggi. Sebagai seorang pekerja seringkali kita tidak meyadari hal ini, sebetulnya kalau kita mau menengok kebelakang, segala kemampuan kita yang terbaik saat ini yang kita miliki tidak lepas dari peran orang-orang yang cerewet.

Semoga apa yang saya bagikan ini bisa menginspirasi rekan-rekan untuk melihat sisi positif saat kita memiliki atasan yang cerewet.

Salam

Senin, 14 November 2011

Prioritas salah satu kunci keberhasilan

Untuk kita bisa sukses, kita harus fokus terhadap apa yang sedang kita kerjakan, untuk kita bisa fokus kita harus memiliki prioritas-prioritas. Karena kita diberikan waktu yang sama, 24 jam sehari, dan itu adalah komoditi kita yang paling berharga. Prioritas kita menentukan bagaimana kita menghabiskan waktu kita.

Ralph Waldo Emerson, mengatakan:
Jagalah baik-baik waktu luangmu. Waktu luang itu ibarat berlian yang belum dipoles. Buanglah maka nilainya tidak pernah diketahui. Tingkatkan maka itu akan menjadi permata paling cemerlang dalam kehidupan yang tidak sia-sia.

Prioritas berarti kita harus mampu memilihi mana yang harus dibuang, seorang filsuf Tionghoa, Lin Yutang mengatakan; “selain seni menjadikan segalanya terlaksana, ada juga seni yang juga sama mulianya, yaitu seni membiarkan segalanya tidak terlaksana. Hikmat kehidupan terletak pada kemampuan mengabaikan yang tidak prinsip”.

Untuk mengubah kehidupan kita, kita perlu mengubah prioritas-prioritas kita. Untuk itu kita harus memprioritaskan kepada bidang yang menjadi kekuatan kita. Perdana menteri Inggris Willian Gladstone mengatakan; “Sungguh bijak orang yang tidak membuang-buang enerjinya untuk mengejar sesuatu yang tidak cocok dengan dirinya; lebih bijak lagi adalah orang yang memilih dan bertekad mengerjakan yang terbaik dari apa yang bisa dilakukannya”.

Sabtu, 12 November 2011

Dimanakah tempat pembentukan karakter?

Lebih dari faktor apapun juga dalam tahun-tahun pembentukan seseorang, kehidupan keluargalah yang membentuk karakter. Perry F Webb mengatakan; “Rumah… adalah lensa lewat mana kita pertama kalinya melihat dan segala tugas-tugas warga, rumah adalah klinik dimana, lewat percakapan dan sikap, terciptalah kesan-kesan sehubungan dengan kesadaran dan sikap hormat, rumah adalah sekolah dimana pelajaran-pelajaran tentang kebenaran atau kepalsuan, kejujuran atau penipuan diperoleh, rumah adalah cetakan yang ujung-ujungnya menentukan struktur masyarakat.

Kehidupan keluarga bukan saja membentuk karakter anak-anak yang tinggal di rumah, melainkan juga terus membentuk karakter mereka setelah dewasa. Karakter yang terbentuk tidaklah lebih dari kumpulan pilihan-pilihan dan kebiasaan-kebiasan yang dikembangkan setiap harinya.

Karena keluarga menciptakan lingkungan primer, keluarga mempengaruhi pilihan-pilihan dan kebiasaan-kebiasan tersebut. Keluarga sehat yang kuat mendorong orang untuk membuat pilihan-pilihan yang konstruktif, mengembangkan disiplin-disiplin yang positif, dan membayar harganya hari ini demi sukses hari esok.

Keluarga juga merupakan cermin mengungkapkan kebenaran, karena sebagai manusia kita harus mengenali kelemahan-kelemahan dan kekuatan-kekuatan kita. Untuk belajar menjadi diri sendiri dan memandang diri sendiri dengan realistis dan mengetahui dimana kita perlu berubah.

Apabila sebuah keluarga bisa menciptakan lingkungan yang tentram, dimana mereka bisa mengatakan yang sebenarnya tentang diri sendiri dan orang lain dengan aman, itu akan menjadi lingkungan belajar yang kuat.



Salam



Rabu, 09 November 2011

Dibalik Butiran Hujan

Sudah dua kali ini Surabaya diguyur hujan yang cukup deras. Dan sudah dua kali juga saya harus berjibaku dengan hujan dan banjir saat pulang kerja. Tetapi inilah yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang, curahan hujan dari langit, setelah beberapa bulan kota ini sangat panas dan gerah. Dan hujan ini mampu mendinginkan kota Surabaya.

Tetapi dari ini semua ada fakta yang cukup menarik mengenai hujan, yang saya  dapat dari www.dikutip.com , bahwa  rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam.  Air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepat-an yang lebih rendah. Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 15 cm. Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik. Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505x1012 ton. Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan takaran. Untuk lebih lengkap baca di www.dikutip.com

Mengetahui fakta diatas membuat saya semakin bersyukur kepada Tuhan, ternyata Tuhan memelihara umat manusia sedemikian rupa, segala sesuatunya telah dipkirkan secara detail sehingga bumi beserta isinya tidak mengalami kehancuran.

Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Kata Raja Daud dari Israel.

Salam

Minggu, 06 November 2011

Definisi Ulang Kegagalan

Kata “gagal” adalah kata yang membuat jantung setiap orang berdetak lebih kencang, karena begitu kata gagal kita ucapkan segala pikiran yang negatif langsung saja menyeruak masuk, dan diikuti oleh ketakutan-ketakutan yang mungkin harus dihadapi.

Begitu kegagalan terjadi dalam hidup kita, janganlah kita terburu-buru untuk mencap bahwa segalanya telah berakhir, tetapi cobalah untuk melihat gambaran besarnya. Sehingga itu akan membawa kita kepada ketekunan, dan ketekunan menjadikan kita memiliki daya tahan, dan daya tahan memberi kesempatan untuk sukses. Baca juga artikel "Menjadikan kegagalan sebagai batu loncatan"

Jika seseorang disuruh menyusun batu-bata tanpa diberitahukan maksud dari pekerjaan itu, jika ia mengalami kegagalan-kegagalan kecil, maka ia akan berhenti dan meninggalkan pekerjaan itu. Jika seorang yang lain disuruh mengerjakan hal yang sama yaitu menyusun batu-bata, tetapi orang ini diberitahu bahwa apa yang ia kerjakan akan menjadi sebuah istana yang megah. Jika ia mengalami kegagalan-kegagalan kecil, ia akan tetap bertekun dan meneruskan pekerjaannya sampai ia bisa melihat sebuah istana yang megah.


Seringkali justru satu-satunya yang bisa mencap bahwa seseorang itu telah gagal adalah dirinya sendiri. Dan itu sangat subyektif, karena respon kita sendirilah yang menentukan apakah kita telah gagal atau tidak.

Banyak orang menyangka kegagalan adalah musuh yang harus dihindari, akan tetapi pola pikir sepert itu akan membuat seseorang tidak berani berbuat sesuatu. Setiap peristiwa – entah baik ataupun buruk – adalah suatu langkah kecil dalam proses menjalani kehidupan.

Thomas Edison percaya bahwa, “Banyak orang yang gagal tidak sadar betapa dekatnya mereka dengan sukses ketika mereka menyerah”.


Bagaimana pendapat Anda?

Selasa, 18 Oktober 2011

MENGELOLA DISIPLIN SIKAP

Kalau postingan sebelumnya kita tahu bahwa sikap kita itu lebih penting daripada bakat bawaan, IQ yang tinggi atau talenta, sekarang kita belajar bagaimana mengelola sikap kita sehari-hari:

Sadarilah bahwa sikap kita perlu disesuaikan setiap harinya. 
Sikap seseorang tidaklah secara tetap positif, tetapi akan selalu berubah-ubah dipengaruhi oleh kondisi diluar. Itulah sebabnya sikap kita perlu diurus setiap harinya. Kita harus menyesuaikan setiap harinya agar sikap kita menunjukkan arah yang benar. Seperti timbangan yang harus dikalibrasi setiap periode waktu tertentu.

Temukanlah sesuatu yang positif dalam segalanya 
Kalau Anda cukup keras berusaha, Anda bisa menemukan sesuatu yang baik, bahkan ditengah-tengah situasi sulitpun. Victor Farnkl seorang yang telah menjalani tahanan kekejaman Nazi, setiap harinya di dalam tahanan Auchwitz Victor selalu melihat hal-hal yang sangat mengerikan. Setiap hari ia harus melihat para tahanan mati di ruang gas. Tetapi dia harus menjaga sikapnya untuk tetap postif. Dia bercerita bahwa selama berada ditahanan dia membayangkan bahwa dirinya sedang mengajar. Itulah yang akhirnya bisa membawa dia keluar dari tahanan itu.

Temukanlah seseorang yang positif dalam segala situasi 
Tidak ada yang membantu seseorang tetap positif, dunia ini penuh dengan orang negatif, malah mereka sering berkelompok. Untuk itulah pentingnya kita menemukan seseorang yang bisa selalu membawa kita pada sikap yang psoitif. Saya pribadi untuk mengarahkan agar sikap saya selalu positif dengan membaca Alkitab.

Ucapkanlah sesuatu yang positif dalam setiap percakapan 
Sebetulnya ucapan yang positif tidak hanya bermanfaat bagi kita, tetapi juga bagi orang lain yang mendengarkan ucapan kita. Segala kata yang keluar dari mulut kita, sebenarnya adalah sebuah doa yang kita lepaskan, kalau mulut kita senantiasa melepaskan ucapan-ucapan yang positif itu berarti kita sedang berdoa untuk hal-hal yang positif terjadi pada kehidupan kita.

Buanglah kata-kata negatif dari perbendaharaan kata Anda 
Cobalah untuk mengeliminer kata-kata “tidak bisa”, “tidak mungkin”, “rasanya tidak sanggup” dalam kosa kata kita setiap hari, kalau Anda masih ragu dengan kata-kata “Saya Bisa”, atau “Saya Sanggung Melakukan”, Anda bisa mulai belajar dengan kata-kata; “Saya Akan Lakukan Sebaik Mungkin”.

Ekspresikan rasa terima kasih kepada sesama setiap harinya 
Ketika kita belajar bersyukur, kita belajar berkonsentrasi bukan kepada hal-hal yang buruk, melainkan kepada hal-hal yang baik dalam kehidupan kita.

Bagaimana pendapat Anda?






Salam
dma.setiawan

Kamis, 13 Oktober 2011

Kejujuran – sebuah refleksi


Nilai kejujuran yang selama ini saya pegang dalam menjalankan pekerjaan tidaklah memberikan hasil yang baik dalam hal rupiah. Beberapa orang yang saya kenal, mereka bekerja dengan mengabaikan nilai-nilai kejujuran, tetapi mereka mendapatkan rupiah jauh lebih besar. Dan yang lebih membuat hati saya semakin pedih apabila mereka itu memiliki skill dan pendidikan yang jauh dibawah saya.

Pada keadaan seperti itulah nilai-nilai kejujuran yang selama ini saya pegang mulai goyah. Tidak jarang saya berdoa, mengeluh kepada Tuhan, tetapi selama beberapa saat lamanya saya tidak menemukan jawabannya.

Sampai di suatu pagi dalam perjalanan ke kantor, saya mendapat suatu pemahaman. Mereka yang memegang nilai-nilai kejujuran maupun mereka yang tidak, sama-sama sedang dalam pengujian.
Bagi mereka yang memegang nilai-nilai kejujuran, mereka akan diuji sampai seberapa lama mereka tahan memegang nilai-nilai itu dengan situasi dan keadaan yang menghimpit.
Dan bagi mereka yang tidak memegang nilai-nilai kejujuran, mereka akan diuji, seberapa beranikah mereka meninggalkan segala kenyamanan yang mereka dapat dari ketidak jujuran yang mereka lakukan.

Dari sinilah akan terlihat kualitas seseorang dalam memegang sebuah nilai, karena bagian tersulit dari sebuah nilai yang kita pegang adalah menerapkannya. Ujian final dari pembelajaran apapun adalah selalu penerapannya.

Semoga apa yang saya bagikan ini bisa memberikan semangat kepada kita semua untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kejujuran, dalam keadaan apapun. Dan saya percaya bahwa suatu saat, apabila kita setia memegang nilai kejujuran ini akan ada ganjaran yang saat ini belum bisa kita lihat. Dan bagi rekan-rekan yang sudah pernah menikmati ganjaran karena memegang nilai kejujuran, boleh berbagi di kolom comment.

  
Salam

Sikap memberi kemungkinan

Dalam the The Winners Edge, Dennis Waitley mengatakan, “Keunggulan seorang pemenang bukanlah pada bakat bawaan, IQ yang tinggi, atau talenta. Keunggulan seorang pemenang adalah soal sikap, bukan bakat”

Sikap kita pada awal sebuah tugas akan mempengaruhi hasilnya, karena segala yang dimulai dengan sikap yang baik, akan berjalan dengan baik. Sikap yang baik dalam mengawali segala sesuatu adalah kita harus memfokuskan kepada kemungkinan-kemungkinan terbaik yang bisa kita raih. Bukan kepada hambatan-hambatannya.

Sikap kita terhadap sesama sering menentukan sikap mereka terhadap kita, tersenyumlah kepada orang-orang begitu berjumpa, maka seringkali mereka akan balas tersenyum.

Sikap kita akan memberi kita kebahagiaan, bukan prestasi kita. Banyak orang mencari kebahagiaan dengan mengubah apapun selain sikapnya sendiri. Karena segala sesuatu yang terjadi diluar kita tidak akan mempengaruhi kita selama sikap kita benar menilai situasinya. Kecukupan diri itu dihasilkan dari dalam, didasarkan pada sikap. Apa yang kita pikirkan itu selalu lebih penting daripada ada yang ada dalam kehidupan kita.

Sikap kita harus kita sesuaikan setiap harinya, karena tidaklah secara alami atau mudah sikap kita positif. Sikap kita senantiasa berubah-ubah, untuk itu kita harus selalu belajar untuk menemukan sesgala sesuatu yang positif dalam segala keadaan. Ucapkan sesuatu yang positif dalam setiap percakapan agar kita memiliki sikap yang positif.

Seorang bernama Amy Vanderbilt mengatakan:
Ketika kita belajar bersyukur, kita belajar berkonsentrasi bukan kepada hal-hal yang buruk, melainkan kepada hal-hal yang baik dalam kehidupan ini.



Disadur dari buku :
"Hari INi Penting" by John Maxwell