Rabu, 18 Februari 2015

David Choe

Jiwa seninya sudah muncul sejak masih remaja. Sayangnya pelampiasan David Choe salah. Di masa itu ia jadi anak nakal. Ia berkali-kali mencuri sepeda untuk kemudian ia jual. Kebengalannya mulai mereda saat beranjak menjadi remaja tanggung. Ia mulai suka membuat grafiti (mural). Sayangnya ia melampiaskannya di berbagai tempat yang tak semestinya. Seperti mencoret-coret halte bis dengan pesan yang ingin ia sampaikan kepada publik, atau di tembok rumah orang.

Anak muda keturunan Korea Selatan dan lahir di Los Angeles, Amerika Serikat, tahun 1976 ini sempat mengalami trauma kerusuhan etnis di Los Angeles pada tahun 1992. Saat itu ia berusia 16 tahun dan di sekolah hanya dia dan kakaknya yang keturunan Asia. Selepas menyelesaikan sekolahnya, David memutuskan pergi berkelana ke berbagai kota di Amerika. Tahu-tahu ia pergi ke Eropa, Timur Tengah, dan bahkan Afrika sendirian. Ia menggelandang di sana.

Namun saat usianya menginjak 21 tahun, ia menyadari bahwa harus memiliki bekal untuk menempuh masa depannya. Ia balik ke Los Angeles dan mulai belajar seni di California College of Arts & Crafts di Oakland, California. Sayangnya di sini kenakalannya kambuh. Kerap ia mengambil alat-alat gambar yang diperlukannya dari toko tanpa membayar. Begitupun dengan makanan. Kenakalan itu membuatnya pernah dipenjara semingu.

Meski begitu, ia bisa bekerja sebagai ilustrator di beberapa majalah. Ia juga membuat lukisan kontemporer sebagai ekspresi seni pribadinya. Dan karyanya itu tersebar di berbagai tempat. Kadang ia memberikan begitu saja hasil karyanya pada seseorang. Pernah suatu kali ia memajangnya di atas toko es krim yang ramai di Melrose Avenue, Beverly Hill. Sebenarnya ia hanya ingin memamerkannya beberapa hari. Namun karena banyak yang memperhatikan dan toko es krim itu jadi laku, pemilik toko meminta agar lukisan itu tak segera diambil. Ia bahkan memajangnya sampai dua tahun. David lalu membuatkan lukisan-lukisan lainnya yang kemudian menjualnya pada pemilik toko itu.

Di samping jadi ilustrator, ia juga membuat komik bergambar Slow Jams yang ia terbitkan sendiri dengan cara difot kopi. Ia membuatnya sebanyak 200 eksemplar. Ternyata ada penerbit yang tertarik untuk menerbitkannya dan David mendapatkan kompensasi sebesar US$5000. Komik itu kemudian terbit tahun 1999. Gara-gara komik inilah, ia mendapat banyak tawaran untuk membuat ilustrasi komersial berbagai macam produk. Itu karena karyanya unik, ekspresif, dan memiliki nilai seni kontemporer yang kental. Di samping itu ia pun terus membuat lukisan dan mural, tetapi kali ini resmi meski kadang tak dibayar. Obsesinya adalah membuat mural di berbagai penjuru kota di dunia.

Pada tahun 2003, ia pergi ke Jepang. Di bandara, ia dicurigai petugas karena berperilaku kasar. Karena sikapnya itu, ia diinterograsi dan ditahan selama 24 jam. Besoknya ia bersitegang dengan petugas sampai-sampai ia meninju petugas itu dengan telak. Gara-gara itu ia dipenjara selama tiga bulan. Selama di penjara ia isi hari-harinya dengan menggambar. Tercatat ada 600-an gambar yang ia buat.

Setelah menjalani hukuman, ia diusir dari Jepang dan tak boleh kembali ke negeri itu. Tiba di San Jose, AS, David merenung, lalu menata diri dan mencoba menjauhkan dirinya dari sikap destruktif agar masa depannya lebih baik. “Saya akan berperilaku kasar jika tak punya kesempatan menggambar. Saya tak punya kemampuan lain selain menggambar,” katanya memberi alasan.

Agar sifat buruknya tak muncul, ia menenggelamkan diri dalam pekerjaan. Lantas ia mendapat proyek membuat mural di Hollywood dari artis-artis di sana. Bahkan penyanyi seperti Jay-Z dan grup band Linkin Park tertarik juga pada hasil karyanya dan meminta untuk dibuatkan coveralbum mereka.

Pada tahun 2005, David bertemu dengan salah satu pendiri Facebook, Sean Parker, yang memintanya membuatkan mural di dinding kantor perusahaan itu di Palo Alto, California. Usai membuat mural, si pemesan menawari pembayaran dengan dua alternatif, uang tunai US$60.000 atau saham. Saham Facebook yang ditawarkannya saat itu bernilai US$0,1 - US$0,25 per lembar.

Ternyata Choe memilih saham. Sebenarnya saat itu Facebook belumlah apa-apa. Ia sendiri tak bisa membayangkan seperti apa Facebook di masa depan. Bahkan ia menganggap model bisnis yang dijalankan Facebook itu sedikit konyol dan kurang bermanfaat. Namun karena ia merasa seide dengan mereka (Sean Parker dan Mark Zuckerberg, pendiri Facebook lainnya), ia menghargai dibayar dengan saham. Dua tahu kemudian, giliran Mark Zuckerberg yang meminta dibuatkan mural di ruang kerjanya.

Tahun berganti tahun, ternyata nilai saham dari bayaran pembuatan mural itu terus meningkat. Maret 2012 lalu, saat Facebook siap-siap melakukan IPO (Initial Public Offering), saham yang dimilikinya sudah bernilai sebesar US$500 juta atau senilai Rp4,5 triliun. Saham Facebook milik David benar-benar berkembang biak. Ia tak mengira kalau sahamnya (uang investasinya) tak tidur selama ini hingga tumbuh menjadi raksasa nilainya. Luar biasa!

Passion, adalah bahan sukses yang oke

Bagi saya kunci sukses seseorang bukanlah karena kepintarannya, bukan karena kecerdasannya, bukan pula karena bokap-nyokap kaya raya minta ampun. Siapa bilang pintar, cerdas, tajir tidak penting untuk kesuksesan. Itu semua penting, tapi tak menjamin sukses seseorang.

Saya berani bertaruh: kunci paripurna kesuksesan seseorang adalah PASSION, titik.


Sekitar 15 tahun lalu saya kuliah di jurusan teknik mesin UGM Yogyakarta. Saya memilih jurusan itu karena waktu di SMA jurusan itulah yang paling keren, paling bergengsi, dan paling cepat diterima kerja. Tapi celaka, di bangku kuliah saya nggak betah belajar teknik mesin. Pelariannya, seringkali saya berbulan-bulan nggak kuliah sibuk menjadi aktivis: lontang-lantung menjadi wartawan kampus dan demonstran.

Bukannya sibuk dengan diktat kuliah perteknikmesinan, saya justru menekuni dunia manajemen dan marketing secara autodidak. Saya ingat betul, saat itu waktu lebih banyak saya pakai mengunjungi perpustakaan fakultas ekonomi ketimbang teknik. Waktu lulus pun (hehe... dengan IP pas-pasan) saya pun merasa lebih kompetitif bersaing dengan lulusan manajemen/marketing ketimbang teknik.

Karena alasan itu pula kemudian saya memutuskan bekerja di dunia manajemen/marketing, menjadi penulis dan konsultan manajemen/marketing. Amazing... karena saya mencintai dunia ini, karier, capaian, karya yang saya hasilkan maju pesat tak terbendung. Karena menemukan dunianya, saya bekerja amat keras, namun di balik kerja keras itu saya justru merasakan layaknya sedang bermain: asyik bukan main!

Sebelum saya menikah, bahkan sampai seminggu bahkan dua minggu saya nggak pulang ke rumah, sibuk menulis dan mengerjakan laporan. Musuh saya satu waktu itu: satpam. Ya, karena untuk bisa tidur terus-terusan di kantor selama 1-2 minggu harus adu mulut dengan satpam tiap malam. Orang dari kantor sebelah mengira saya menjadi pekerja rodi. 100% keliru! Tak ada seorang pun yang meminta saya lembur! Saya menikmati pekerjaan itu, saya melakukan denganexciting, dan karena itu hasil-hasil yang saya capai juga extraordinary. 

Saya mengalami kondisi “kesurupan” yang oleh Mihaly Csikszentmihalyi, pakar psikologi, disebut sebagai “FLOW”, yaitu kondisi dimana saya hanyut dan terhisap (immersed & absorbed), menikmati kesenangan (joy) dan mencapai totalitas (total concentration) dalam melakukan pekerjaan itu. Buahnya: produktivitas kerja yang berlipat-lipat.

Ya, itu terjadi karena saya melakukan pekerjaan itu dengan PASSION!!!

Passion memberi kita optimisme luar biasa yang memungkinkan kita menuai capaian-capaian yang extraordinary. Passion memunculkan produktivitas luar biasa, produktivitas di luar batas kemampuan kita. Passion membalik beban dan stress menjadi energi kerja yang luar biasa.Passion memberikan kita keyakinan dalam mencapai apa-apa yang kita inginkan. Passionmemicu kita untuk memiliki daya kreasi yang tak mengenal batas.
Berkat Twitter, saya mendapatkan sebuah blog post berjudul, “Pursuing Passion” ditulis oleh John Hagel yang secara khusus melakukan studi mengenai seluk-beluk passion. Dari studi tersebut, ia menemukan beberapa tesis menarik. Berikut saya ambil beberapa di antaranya.

Passion is about performance.  Orang yang memiliki passion akan memiliki sense of achievement dan selalu tergoda untuk menciptakan karya dan capaian luar biasa. Ia selalu mencari tantangan dan peluang untuk mewujudkan capaian-capaian di luar zona kenyamanan yang melingkupinya. Dalam mewujudkan capaian yang luar biasa mereka tidak memerlukan insentif atau penghargaan dari luar, karena energi untuk mencapai yang terbaik selalu datang dari dalam dirinya sendiri: “Passion is ultimately driven by intrinsic motivation rather than extrinsic rewards”.

Passion is about risk-taking. Bagi orang yang memiliki passion, gelas yang terisi air setengahnya, akan dikatakan gelas itu “setengah penuh”, bukannya “setengah kosong”. Segala bentuk tantangan dan risiko akan mereka lihat sebagai “jembatan” untuk mencapai sesuatu yang lebih baik, sesuatu yang sebelumnya tak pernah ada. Karena itu orang yang memiliki passionselalu bisa lepas dari segala bentuk krisis dan ketidakmenentuan. “For passionate person, risk becomes reward. They see that risk is the only way to discover new things and explore new territories.”

Passion is about connecting. Orang yang memiliki passion selalu mencari orang lain yang memiliki passion yang sama untuk berbagi dan bersama-sama mewujudkan apa yang ingin mereka capai. Ia selalu menyadari bahwa cara terbaik untuk mewujudkan tujuan dan misi adalah dengan berhimpun, berbagi, dan belajar dengan orang lain. “Passion lead us to seek out and connect with others sharing our passion. A passionate person is not a lone hero.”

Passion is about authenticity. Passion datang dari lubuk hati yang paling dalam, tanpa dibuat-buat, tanpa direkayasa. Ia merupakan “suara hati” yang memberi energi dan tenaga hidup luar biasa. Ketika seseorang memiliki passion terhadap sesuatu hal, maka sesuatu hal itu memberinya makna hidup dan identitas hakiki, dan dengan itu ia mengabdikan dan mengontribusikan seluruh hidupnya untuk orang banyak. Dalam The 8th Habit, Stephen Covey menyebutnya sebagai “voice”. Kata Covey: “Find your Voice, and inspire others to find theirs”.

Bill Gates is a passionate person!
Steve Jobs is a passionate person!
Mohammad Yunus is passionate person!
Einstein is a passionate person!
Gandi is a passionate person!
Soekarno is a passionate person!
Saya berani bertaruh: “Orang hebat pasti memiliki PASSION luar biasa!!!”

Mencari Jalan Terang


Tapi sayangnya, ketika terang sudah kita dapat, saat kita bisa melihat dengan jelas karena adanya cahaya atau sinar, kadang kita lupa bersyukur. Kita hanya merasa biasa-biasa saja matahari bersinar membuat kita bebas melihat apa saja tanpa bantuan lampu atau lilin. Tak jarang, malah kita mencaci matahari saking panasnya bersinar. Malam hari, saat listrik memberikan terang melalui lampu yang menyala, kita pun sudah merasa biasa-biasa saja. Padahal, di luar sana, barang kali masih banyak orang yang belum mendapat saluran listrik hingga tiap malam hanya diterangi temaram bulan purnama atau lampu minyak dan lilin.

Sadarkah kita, kalau sebenarnya sinar terang itu adalah kenikmatan mutlak yang telah diberikan kepada kita. Coba ingat saat tiba-tiba lampu mati. Tak jarang orang segera mengutuk kegelapan yang terjadi. Betapa tidak nyamannya gelap. Inilah yang patut kita renungkan, betapa terang adalah sebuah keberkahan. Itulah mengapa, bagi saya unsur terang ini mengajarkan setidaknya dua hal.

Pertama, tentang terang ini, saya jadi ingat sebuah ungkapan yang diucapkan orangtua zaman dulu, “Golek dalan padhang.” Arti harfiahnya: carilah jalan terang. Orangtua selalu menganjurkan anak-anaknya untuk tidak mendekati kegelapan—yang bisa diartikan sebagai hal-hal negatif. Dulu, saat masih belum masuk listrik, ketika anak-anak sedang asyik bermain-main, menjelang sore hari saat senja mulai merambat, orangtua biasanya juga segera minta anak-anaknya pulang ke rumah. Dari kedua kondisi tersebut, dari kecil—sadar atau tidak—kita sudah diajarkan untuk selalu menjadikan terang sebagai bagian dari kehidupan.

Artinya, sedari dini, sebenarnya kita sudah ditanamkan nilai-nilai kebaikan. Dalan padhang atau jalan terang menjadi satu tujuan yang telah dibiasakan orangtua untuk jadi pengingat, bahwa seharusnya kita bisa menjaga diri dari hal-hal negatif. Kalau pun masuk di kondisi yang gelap, kita pun diajarkan untuk segera mencari jalan terang agar tidak terjerumus lebih dalam kepada kegelapan.

Maka, jika kita berpedoman pada “jalan terang” ini, sebenarnya kita sudah punya “panduan” hidup. Ibarat satu titik terang di tengah kegelapan, di sanalah biasanya kita bisa mencari jalan keluar dari kegelapan. Titik terang itulah yang membuat hati, pikiran, dan perasaan mampumengarahkan tindakan pada nilai-nilai positif yang akan membawa kebaikan.

Kedua, terang juga mengajarkan bagaimana seharusnya kita bisa memandang segala sesuatu dari berbagai sudut pandang. Saat diliputi oleh terang, kita bebas melihat sebuah objek. Apakah objek itu baik, buruk, butuh dipoles, atau sebaiknya ditinggalkan sejak dini. Artinya, dengan terang—mulai dari menerangi pikiran—akan merembet pada hal lain yang kita perlukan untuk menyaring banyak hal di sekitar. Saat pikiran terang, hati tenang, jiwa lapang, kita akan padhangpula untuk melihat segala sesuatu dengan berbagai pertimbangan. Kita tak akan gegabah untuk memilih dan memilah sesuatu.

Terang mengajarkan banyak hal dalam kehidupan. Untuk itu, mari selalu mensyukuri terang dan nikmat yang bisa kita peroleh. Dan, ingat selalu, bahwa sehabis gelap, pasti akan selalu muncul terang. Sehabis malam, pasti datang pula siang.

Semoga tulisan ini dapat membantu kita semua untuk selalu mampu berpikir terang, dan tetap optimis di dalam kondisi apa pun yang kita hadapi saat ini. Sehingga, kita mampu menegakkan kebaikan di setiap kesempatan.

Salam sukses luar biasa!

Kamis, 23 Januari 2014

Graham Hancock: Piramida Gunung Padang Saksi Peradaban Atlantis

Akhir tahun lalu, tepatnya bulan Desember 2013 situs Piramida Gunung Padang kedatangan tamu arkeolog dan penulis dunia untuk meneliti sejarah peradaban yang hilang di Asia. Graham Hancock secara resmi menceritakan perjalanannya ke Indonesia, dimana dalam pengakuan yang dipublikasi 16 Januari 2014 pada website pribadi miliknya menyatakan Gunung Padang merupakan kunci dan saksi dari peradaban yang hilang. 


Graham Hancock adalah seorang penulis dan jurnalis Inggris yang mengkhususkan diri dalam teori kenvensional melibatkan peradaban kuno, monumen batu (megalit), mitos kuno dan astrologi kuno. Dia telah menerbitkan banyak buku dan telah terjual lebih dari lima juta kopi di seluruh dunia dan telah diterjemahkan ke dalam dua puluh tujuh bahasa. Tetapi metode dan kesimpulannya hanya mendapatkan dukungan sedikit dikalangan akademis, sehingga karyanya dicap sebagai Pseudoarchaeology.

Graham Hancock, Pencarian Atlantis Di Piramida Gunung Padang 


Ditemani Dr Natawidjaja, Graham Hancock mengamati situs kuno yang terletak di Jawa Barat, dikelilingi lanskap sawah dan perkebunan teh tak jauh dari kota Bandung. Masyarakat setempat menyebut situs suci sebagai pencerahan yang digunakan untuk meditasi sejak zaman dahulu. Berdasarkan dugaan tanpa penanggalan radio karbon, usia situs dibangun pada tahun 1500 hingga 2500 SM. Tetapi setelah penggalian dan penanggalan radiokarbon pertama menunjukkan hasil berbeda, sekitar 500 sampai 1500 SM. Penggalian lebih dalam menghasilkan bukti berbeda dan mengejutkan, dimana pada kedalaman 90 meter diperkirakan situs dibangun tahun 20,000 hingga 22,000 SM bahkan lebih tua daripada itu.

Situs Piramida Gunung Padang

Secara umum dalam catatan sejarah yang kita kenal, bencana besar pernah terjadi tahun 9600 SM, periode Upper Palaeolithic yang membawa manusia memasuki zaman es. Lebih tepatnya waktu itu Indonesia lebih dikenal sebagai Sundaland yang terdiri dari serangkaian pulau yang menyatu. Tidak ada Laut Merah, Teluk Persia, Sri Lanka menjadi satu dengan India Selatan, Siberia bersatu dengan Alaska, Australia bergabung dengan New Guinea. Hingga Periode itu tiba, es yang menutupi Eropa dan Amerika Utara mencair sehingga permukaan laut yang tadinya lebih rendah 400 meter akhirnya menutupi sebagian besar daratan diseluruh dunia hingga berbentuk benua dan kepulauan saat ini.

Sejarah telah menganggap sebelum tahun 9600 SM nenek moyang manusia merupakan ras pemburu dan pengumpul primitif, tetapi dari segi arsitektur mampu membangun piramida yang saat ini belum sanggup dibuat manusia. Sekitar tahun 4000 SM peradaban meningkat dari segi struktur ekonomi dan sosial, hal ini memungkinkan untuk mendirikan situs megalitik awal. Kota pertama yang telah ditemukan berkisar tahun 3500 SM di Mesopotamia dan setelah itu menyusul Mesir. Di Inggris, juga terdapat situs-situs di Outer Hebrides dan Avebury, Stonehenge diperkirakan sekitar tahun 2400 SM.

Sejarawan dan arkeolog mungkin telah terpengaruh dengan peradaban legendaris yang disebut Atlantis, hal ini disebutkan Plato dalam dialog Timias dan Critias yang menyebut peradaban awal yang mengalami kehancuran total akibat banjir besar dan gempa bumi sekitar tahun 9600 SM. Dari penelitian situs Piramida Gunung Padang, apa yang disebutkan Plato mungkin bukan suatu rekayasa atau hanya sekedar syair puisi. Peradaban itu mengalami ketidakstabilan global antara tahun 10900 dan 9600 SM akibat bencana banjir dan gempa. Inilah zaman yang disebut Younger Dryas, penuh misteri dan gejolak iklim yang belum mampu diungkapkan arkeolog karena kurangnya bukti.

Apa yang telah dilakukan tim arkeolog pada Piramida Gunung Padang telah mendapatkan gambaran lapisan bangunan yang menggunakan unsur megalitik basalt Columnar. Basalt Columnar tidak terbentuk secara alami, tetapi Piramida Gunung Padang telah menggunakannya dalam bentuk yang tidak pernah ditemukan di alam. Secara Geofisika telah jelas bahwa Gunung Padang bukan bukit alami melainkan Piramida buatan manusia, dan asal usul pembangunan piramida ini jauh sebelum akhir zaman es.

Situs ini merupakan saksi besar mampu menjelaskan konstruksi canggih yang (mungkin) juga tenaga ahli yang sama telah membangun piramida Mesir dan situs megalitik Eropa. Piramida Gunung Padang bukan satu-satunya situs yang menimbulkan tanda tanya besar bagi arkeolog, dibelahan dunia lain seperti Turki juga terdapat bukti yang masih digali selama dekade terakhir. Situs itu disebut Gobekli Tepe terdiri dari serangkaian lingkaran batu megalitik besar dengan skala Stonehenge dan memang sengaja dikubur oleh manusia misterius yang membuatnya, kemungkinan dibangun sekitar tahun 8000 SM. Tetapi lingkaran itu telah ada sejak tahun 9600 SM, setidaknya terdapat dua puluh lingkaran pada skala yang sama dan mungkin masih banyak yang terkubur. Menurut Kalus Schimidt, kemungkinan usianya jauh lebih tua daripada yang sudah ditemukan saat ini.

Menurut Graham Hancock, apa yang ditulisnya dalam buku Fingerprints menceritakan sebuah peradaban maju yang dihilangkan dari sejarah dalam bencana global pada akhir zaman es. Tetapi bukti itu belum bisa ditemukan, dimana aspek hipotesis menjadi salah satu alasan yang dikritik banyak arkeolog. Menurutnya, Gobleki Tepe merupakan salah satu pembuktian yang bisa diusut lebih lanjut tentang keberadaan peradaban yang hilang. 

Yang paling menarik bagi Hancock adalah Piramida Gunung Padang, sebuah bukti yang selama ini dicari untuk membenarkan teorinya. Dia berharap bahwa situs Gunung Padang mungkin saja "Hall of Records" Atlantis, peradaban yang hilang.

Referensi

Sumber : www.isains.com


Jumat, 31 Agustus 2012

Senin, 30 Juli 2012

Setiap orang memandang hidup secara berbeda

Dikantor dimana saya bekerja, saya melihat ada beberapa rekan yang memiliki kecenderungan untuk suka mengatur. Suka mengatur yang dimaksud disini adalah sikap kurang bersahabat yang diperlihatkan jika orang lain tidak melakukan seperti yang dia kehendaki. Kecenderungan ini juga terjadi dilingkungan keluarga yang mana salah satu, entah sang suami atau istri menunjukkan sikap yang tidak berkenan jika pasangannya tidak melakukan sesuatu dengan cara yang seperti diinginkannya.

Dan perilaku seperti ini adalah perilaku yang umum terjadi, padahal perilaku seperti itu bisa menimbulkan stress, baik bagi si pengatur maupun orang yang diatur. Seseorang yang gemar mengatur memikul beban stress yang luar biasa berat, tidak saja karena ia harus memperhatikan betul pilihan-pilihan dan perilakunya sendiri, namun juga karena ia memaksa agar orang lain berperilaku serupa. Walaupun kadang-kadang kita dapat mempengaruhi orang lain, kita pasti tidak dapat memaksanya berbuat semau kita, bagi seseorang yang pengatur itu sangat mengesalkan.

Hal negatif yang diperlihatkan oleh si pengatur adalah, ia tidak memberikan ruang bagi orang lain untuk menjadi diri mereka sendiri. Hal ini yang menjadi penyebab sebuah organisasi mengalami guncangan jika sang pemimpin memiliki sifat seperti ini, dan menghancurkan sebuah perkawinan jika salah satu pihak memiliki sikap yang seperti ini.

Nah apabila kita memiliki kecenderungan untuk suka mengatur ada hal yang perlu diingat bahwa setiap orang memandang hidup ini secara berbeda, itu berarti bahwa mereka pasti akan berperilaku berbeda dengan kita. Dengan mengetahui hal ini maka kecenderungan suka mengatur akan mampu diminimalisasi, yang pada gilirannya akan memudahkan kita untuk bergaul dengan siapa saja.

Hubungan antar manusia bukanlah suatu pertandingan siapa mengatur siapa, tetapi sebuah yang hubungan yang bisa membawa kepada kedewasaan sebuah karakter masing-masing individu. Kalau besi menajamkan besi saat bergesekan, begitu juga manusia akan menajamkan manusia saat mereka berinteraksi.

Sikap suka mengatur sangatlah merugikan. Sikap tersebut menciptakan kebencian dan hubungan yang bernada permusuhan. Begitu kita berhenti untuk mengatur orang lain dan ketika orang lain merasa diterima secara apa adanya bukan menjadi orang yang kita inginkan, maka orang lain akan lebih menghormati dan mengagumi kita.

Bagaimana pendapat Anda?


Salam

TEMUKAN ASSESORIS MENARIK DISINI !!!

Mempertahankan integritas dalam lingkungan kerja

Dalam dunia kerja kita seringkali menghadapi dilema saat pemimpin kita meminta kita untuk melakukan sesuatu yang menghancurkan integritas kita. Kadang hal itu bukan untuk melakukan suatu kejahatan akan tetapi hanya sekedar agar sang pemimpin bisa tampil sempurna. 


Dan hal itu baru saja terjadi pada diri saya, dimana pimpinan kami meminta saya untuk membubuhkan tanda tangan palsu pada sebuah bukti transaksi, hanya supaya kelihatan bahwa depatermen yang ia pimpin tampil sempurna saat diaudit. Dengan sedikit memberanikan diri saya berusaha menolak permintaannya dengan bahasa yang halus dan sopan agar harga dirinya tidak merasa sedang diserang. Dan syukurlah akhirnya pimpinan kami bisa menerima penjelasan saya.

Seringkali kita diperhadapkan suatu pilihan dalam dunia kerja, apakah kita ingin tampil sempurna dihadapan pimpinan kita atau kita mempertahankan intergritas kita. Banyak dari kita memilih yang pertama, ingin tampil sempurna dihadapan pimpinan dengan melakukan segala cara, bahkan sampai rela melakukan kebohongan demi kebohongan.

Padahal pada saat kita melakukan suatu kebohongan demi kebohongan untuk tampil sempurna, kita akan menguras energi dan pikiran kita, karena kita akan selalu mencoba mengingat-ngingat apa yang telah kita katakan, kita menjaga jangan sampai apa yang kita katakan hari ini berbeda dengan apa yang telah kita katakan sebelumnya, agar kita tidak ketahuan kalau sedang berbohong. Dan sebenarnya pada kondisi seperti itu manusia tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Hal yang kedua adalah jangan takut untuk mengungkapkan sebuah kebenaran. Saya percaya bahwa pada saat kita berani mengungkapkan sebuah kebenaran, maka disadari atau tidak kita sedang mempengaruhi orang-orang yang ada disekitar kita untuk juga berani mengungkapkan kebenaran.

Hal yang ketiga, orang tidak akan dihukum saat mengungkapkan sebuah kebenaran. Dan kalau hal itu sampai terjadi itu berarti bahwa pintu kesempatan yang lebih lebar sedang disediakan buat kita. Karena Raja Salomo dari Israel mengatakan: “Orang benar yang bersih kelakuannya -- berbahagialah keturunannya”.

Semoga apa yang saya bagikan disini membuat kita untuk tetap selalu berpegang pada integritas kita.

Bagaimana pendapat Anda?

Kualitas kepemimpinan - Bersikap Positif

Penemuan terbesar dari generasi saya adalah bahwa manusia dapat mengubah hidupnya dengan mengubah sikap berpikiranya. Kata seorang psikolog; Willian James

Thomas Edison adalah seorang yang optimis, karena ia melihat yang terbaik dalam segalanya. Ketika ia harus mencoba sepuluh ribu kali untuk menemukan bahan yang tepat untuk dijadikan lampu pijar, ia tidak memandangnya sebagai kegagalan.

Banyak pecundang adalah orang-orang yang tidak sadar betapa dekatnya mereka dengan sukses itu ketika mereka menyerah.

Victor Frankl menasehati; “Kebebasan kita yang paling hakiki sebagai manusia adalah memilih sikap kita dalam keadaan apapun”. Frankl adalah seorang yang selamat dari tahanan penjara kamp Nazi, dan sepanjang penderitaannya itu, ia tidak membiarkan sikapnya memburuk. Jika Victor Frankl bisa mempertahankan sikap yang positif, kita juga pasti bisa.

Thomas Edison mengatakan: “Seandainya satu-satunya hal yang kita wariskan kepada anak-anak kita adalah kualitas antusiasme, kita akan memberi mereka harta yang tak ternilai harganya”.

Jumat, 20 Juli 2012

Tukang Becak yang Jadi Juragan Garam

Jakarta - Untuk menjadi pengusaha sukses tidak mengenal latar belakang seseorang. Kerja keras, kejelian dan bertahan dari jatuh bangun menjadi kunci siapapun yang ingin menjadi pengusaha sukses. 

Lika-liku ini juga dialami oleh Sanin, pria paruh baya yang sebelumnya berprofesi sebagai tukang becak ini sukses menjadi pengusaha garam yang beromzet Rp 400 juta per tahun.

Pengusaha asal Cirebon ini mengatakan saat menjadi tukang becak, ia melihat peluang usaha di daerahnya yang masih terbuka luas dan relatif mudah dijalankan karena daerahnya merupakan sentral penghasil garam. Sanin memberanikan diri untuk belajar membuat garam pada sebuah pabrik, akhirnya ia memulai untuk membuat garam sendiri.

"Dulunya saya tukang becak, kira-kira dua tahun di prapatan jalan Cirebon ada pabrik garam. Setelah itu kita menimba ilmu di situ, kemudian kita kerja kurang lebih selama dua bulan. setelah itu kita bikin di belakang rumah. Saya dan istri coba-coba melakukan itu, akhirnya dijual ke pasar lalu laku," ungkap Sanin beberapa waktu lalu di Jakarta kepada detikFinance.

Melalui ketekunannya, pelanggan garam olahan buatan Sanin pun bertambah banyak. Sehingga ia pun membangun pabrik garam sendiri dan mempekerjakan tetangganya sebagai karyawan.

"Lambat laun ternyata keuntungan kita tambah besar dan banyak peminatnya. Akhirnya kita menambah karyawan dari tetangga-tetangga kita lalu kita bisa membeli tanah untuk tempat produksi yang lebih luas lagi dan sekarang ada pabrik, yakni pabrik garam," tambahnya.

Sanin mengaku, dalam setahun ia bisa menghasilkan garam minimal mencapai 2.000 ton. Sanin mengaku kewalahan memenuhi permintaan garam olahan yang datang dari Cirebon dan luar kota.

"Pasaran kita di daerah Cirebon, Kuningan, dan Jawa Tengah. Justru kita nyari orang kerjanya agak susah. Kalau barang jualnya habis-habis terus, tak pernah berkurang. Karena pemasaran banyak sekali setelah beredar," sambungnya.

Usahanya yang ditekuni Sanin sejak 30 tahun silam bukannya tanpa tantangan. Ketika usahanya tumbuh dan membutuhkan tambahan modal, ia pernah ditolak saat mengajukan pinjaman ke sebuah bank karena dianggap usahanya tidak menjanjikan. Berkat kegigihannya, akhirnya Sanin pun bisa memperoleh pinjaman.

"Kita pernah mengajukan utang pinjaman ke bank, tapi waktu itu ditolak. Katanya setelah ditolak, bangunnya masih bilik. Setelah itu akhirnya kita ke bank lain. setelah diproses dan melihat prospek perkembangan usaha kita, akhirnya kita dapat dana dan akhirnya usaha kita berkembang sampai sekarang. Sekarang punya tanah, punya kantor, punya pabrik," sebutnya

Pria yang tidak tamat pendidikan sekolah dasar (SD) ini menjelaskan hasil usahanya bisa membuat ia naik haji beberapa kali dan menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang sarjana. Usaha yang ditekuni Sanin saat ini, juga telah merambah ke pabrik pembuatan pupuk.

"Anak saya pun kini sarjana semua. Sementara saya pendidikan kelas 4 SR (setara SD) dulu. Makanya kita punya anak tidak mau mengalami masa muda seperti kita, makanya kita sekolahkan semua itu. Kita haji pun sudah dua kali, malah akan datang tahun depan mau umroh dulu," tutup Sanin.



Source: Detik Finance

Mengapa Orang Kaya Semakin Kaya

Jakarta - Istilah orang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin, sudah sering kita dengar. Kenyataannya fenomena itu memang benar-benar terjadi dalam kehidupan kita.

Berikut ini penjelasan singkat pakar marketing Tung Desem Waringin, bagaimana kita berpikir dan memposisikan diri sebagai orang yang kaya, menengah atau bahkan hanya sebagai orang miskin:

Mengapa orang kaya semakin kaya? Karena begitu orang kaya penghasilannya bertambah besar, maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan). Penghasilan yang lebih ini di investasikan kedalam asset. Misalnya beli saham yang menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dan lain-lain. 

Sedemikian sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas, sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.

Mengapa orang menengah bergumul terus secara finansial Ketika orang menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih, komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk kedalam pengeluaran. 

Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar, mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.

Mengapa orang miskin bablas miskin?
Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran.

Contoh:
Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang besar, beli jamnya yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dan lain-lain. Semua dijalankan karena gaya hidup modern atau tidak mau ketinggalan zaman.

Pertanyaannya: Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab, Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?

Semoga bermanfaat, Saya Tung Desem Waringin mengucapkan salam dahsyat!



Source: Detik Finance

Kamis, 26 Januari 2012

Upah orang benar dari Kitab Mazmur

5:13 Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

37:25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;

37:39 Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan;

51:8 Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.

55:23 Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.

58:12 Dan orang akan berkata: "Sesungguhnya ada pahala bagi orang benar, sesungguhnya ada Allah yang memberi keadilan di bumi."

92:13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;

112:1-3 Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.

146:8 TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar.

Upah orang benar dari Amsal

3:33 Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya.

4:18 Jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

10:3 TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

10:16 Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa.

11:19 Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian.

12:21 Orang benar tidak akan ditimpa oleh bencana apa pun, tetapi orang fasik akan senantiasa celaka.

21:3 Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban.

Menjadikan kegagalan sebagai batu loncatan

Beberapa hari saya mengutak-atik blog saya agar mempunyai tampilan yang bagus. Saya coba menggunakan template gratisan yang banyak ditawarkan di internet. Ada pelajaran yang saya petik selama saya melakukan itu, yaitu untuk tidak takut mencoba. Ada fasilitas back up untuk template original, sehingga apabila saya tidak suka dengan tampilan yang baru, saya tinggal panggil back up filenya dan blog saya kembali seperti semula. Setelah mencoba beberapa kali akhirnya saya menemukan template yang cocok dengan selera saya, seperti yang sedang Anda lihat saat ini.

Tapi hal diatas tidak berlaku dalam kehidupan nyata, dimana tidak ada back up apabila kita mengambil suatu keputusan dan ternyata itu membuat kita gagal. Banyak orang takut mengalami kegagalan, padahal banyak orang yang mempunyai prestasi luar biasa bukan karena memiliki latar belakang keluarga yang baik, bukan karena mereka memiliki kekayaan, bukan juga karena kesempatan, tetapi mereka memiliki persepsi dan respon yang berbeda tentang kegagalan.

Kyle Rote Jr mengatakan; “Saya sangat yakin bahwa ada banyak jalan untuk menjadi pemenang, namun hanya ada satu jalan untuk menjadi pecundang, yaitu gagal dan tidak memetik hikmat dari kegagalan itu”.

Kerena dalam hidup ini, pertanyaannya bukanlah apakah kita akan menemukan masalah, melainkan bagaimana kita menangani masalah-masalah kita. Apakah kita mau mengubah kegagalan menjadi batu loncatan atau malah mengalami kemunduran. Mereka yang mengalami kemunduran karena kegagalan berharap takkan pernah gagal lagi, namun mereka yang menganggap kegagalan sebagai batu loncatan, memandang bahwa kegagalan adalah bagian dari kemajuan.

J Wallace Hamilton mengatakan; “Orang-orang berlatih untuk meraih sukses, padahal seharusnya mereka berlatih untuk menghadapi kegagalan. Kegagalan adalah jauh lebih umum daripada sukses, kemisikinan jauh lebih menjamur daripada kekayaan, dan kekecewaan jauh lebih normal daripada kepuasan”.

Bagaimana pendapat Anda?

Motivation today

Kalau kita mengucap syukur atas apa yang kita miliki, kita akan memiliki lebih banyak untuk kita syukuri.

Kalau kita kerjakan lebih daripada yang dibayarkan, akhirnya kita akan dibayar lebih daripada yang kita kerjakan

Orang-orang yang terarah kehidupannya lebih jauh dan lebih cepat prestasinya didalam seluruh bidang kehidupannya

Anda menjadi seperti siapa Anda adanya kerana itulah yang Anda inginkan. Kalau Anda benar-benar ingin menjadi berbeda, sekarang Anda rubah yang Anda inginkan.

Seseorang menjadi besar dengan mengerjakan hal-hal kecil dengan cara yang besar

Pria dan wanita bukanlah dibatasi oleh tempat kelahiran mereka,bukan oleh warna kulit mereka, melainkan oleh besar kecilnya harapan mereka
John Johnson

Anda dapatkan yang terbaik dari orang lain kalau Anda sendiri memberikan yang terbaik
Harvey Firestone

Sikap Anda menentukan ketinggian Anda, karena Anda tidak mungkin mencapai lebih tinggi daripada yang Anda pikirkan dapat Anda capai

Kamis, 19 Januari 2012

Berkat orang benar

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Mazmur 1: 1-3

"Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:
  • Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.
  • Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.
  • Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.
  • Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.
  • TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu.
  • TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
  • TUHAN akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. Maka segala bangsa di bumi akan melihat, bahwa nama TUHAN telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu. Juga TUHAN akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu -- di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu.
  • TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.

TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya."
Ulangan 28: 1-14

Berbahagialah dalam memberi persembahan kepada Tuhan

Janganlah kiranya kita bersungut-sungut saat memberikan persembahan kepada Tuhan. Karena Tuhan berjanji bahwa apa yang kita berikan tidak akan sia-saia, dan Tuhan akan memperhatikan hidup kita.

Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.
Imamat 27: 30

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.
Maleakhi 3: 10-11

Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
Filipi 4: 18-19

Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.
Amsal 3: 9-10

Rabu, 18 Januari 2012

Orang percaya harus membayar pajak

Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.
Roma 13: 1-7

Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik.
Titus 3: 1

Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
Matius 22: 15-21


Ahli-ahli Taurat dan imam-imam kepala mengamat-amati Yesus. Mereka menyuruh kepada-Nya mata-mata yang berlaku seolah-olah orang jujur, supaya mereka dapat menjerat-Nya dengan suatu pertanyaan dan menyerahkan-Nya kepada wewenang dan kuasa wali negeri. Orang-orang itu mengajukan pertanyaan ini kepada-Nya: "Guru, kami tahu, bahwa segala perkataan dan pengajaran-Mu benar dan Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah. Apakah kami diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka yang licik itu, lalu berkata kepada mereka: "Tunjukkanlah kepada-Ku suatu dinar; gambar dan tulisan siapakah ada padanya?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!"
Lukas 20: 20-25

Tuhan adalah gembalaku


Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Mazmur 23: 1-6

Selasa, 17 Januari 2012

Menjadi orang yang berkemenangan

Pagi hari ini saya sedang merenungkan kehidupan saya. Ada sedikit rasa tidak puas dalam diri saya dalam hal keuangan. Saya melihat bahwa keuangan saya selama saya menikah hampir 3 tahun ini pas-pasan sifatnya, memang kami tidak pernah kekurangan, tetapi kami juga tidak pernah menikmati apa yang namanya kelimpahan.

Kadang timbul rasa iri hati kepada teman-teman kantor yang lain, yang mana mereka rata-rata telah memiliki rumah, bahkan mobil. Sedangkan saya saat ini masih tinggal ikut orang tua, dan hanya memiliki 2 sepeda motor.

Sebagai seorang accounting saya secara pribadi agak kesulitan untuk berpindah-pindah ke perusahaan lain, karena perusahaan-perusahaan lain yang mana saya pernah coba lamar rata-rata mereka melakukan praktek yang kurang jujur dalam hal pelaporan untuk keperluan perpajakan. Saya bertahan di perusahaan saya bekerja saat ini meskipun gajinya sangat kecil sebagai seorang accounting, tetapi pembukuan yang kami lakukan disini sangat transparan, sehingga tidak ada yang disembunyikan ke pihak-pihak lain, termasuk ke kantor pajak.

Ada sedikit juga rasa khawatir tentang biaya pendidikan anak saya, mengingat saat ini biaya pendidikan sangat mahal.

Tetapi saya tidak mau larut dalam kekhawatiran demi kekhawatiran, saya percaya apa yang dijanjikan Tuhan dalam kehidupan setiap orang percaya yang setia melakukan apa yang diperintahkan Tuhan, bahwa mereka akan diberkati, dijauhkan dari sakit penyakit, karena Tuhan setia,

Saya tidak perlu khawatir lagi karena Tuhan tahu apa yang saya perlukan sebelum saya meminta kepadaNya, Tuhan memelihara burung-burung diudara, dan mendadani bunga-bunga di padang terlebih lagi Tuhan akan memelihara kehidupan saya. Yang perlu saya lakukan hanyalah membiarkan hidup saya diperintah oleh Tuhan dan dengan setia melakukan kebenaran yang Tuhan mau.

Dan apa yang di katakan Pemazmur mengenai orang yang setia melakukan kebenaran:

“Sejak aku muda sampai sudah tua, tak pernah kulihat orang baik ditinggalkan TUHAN, atau anak cucunya menjadi peminta-minta. Ia selalu meminjamkan dan memberi, dan anak-anaknya menjadi berkat baginya”.



Referensi.
Ulangan 7: 11-15
Matius 6: 7-8
Matius 6: 25-34
Mazmur 37: 25=26