Senin, 30 Juli 2012

Setiap orang memandang hidup secara berbeda

Dikantor dimana saya bekerja, saya melihat ada beberapa rekan yang memiliki kecenderungan untuk suka mengatur. Suka mengatur yang dimaksud disini adalah sikap kurang bersahabat yang diperlihatkan jika orang lain tidak melakukan seperti yang dia kehendaki. Kecenderungan ini juga terjadi dilingkungan keluarga yang mana salah satu, entah sang suami atau istri menunjukkan sikap yang tidak berkenan jika pasangannya tidak melakukan sesuatu dengan cara yang seperti diinginkannya.

Dan perilaku seperti ini adalah perilaku yang umum terjadi, padahal perilaku seperti itu bisa menimbulkan stress, baik bagi si pengatur maupun orang yang diatur. Seseorang yang gemar mengatur memikul beban stress yang luar biasa berat, tidak saja karena ia harus memperhatikan betul pilihan-pilihan dan perilakunya sendiri, namun juga karena ia memaksa agar orang lain berperilaku serupa. Walaupun kadang-kadang kita dapat mempengaruhi orang lain, kita pasti tidak dapat memaksanya berbuat semau kita, bagi seseorang yang pengatur itu sangat mengesalkan.

Hal negatif yang diperlihatkan oleh si pengatur adalah, ia tidak memberikan ruang bagi orang lain untuk menjadi diri mereka sendiri. Hal ini yang menjadi penyebab sebuah organisasi mengalami guncangan jika sang pemimpin memiliki sifat seperti ini, dan menghancurkan sebuah perkawinan jika salah satu pihak memiliki sikap yang seperti ini.

Nah apabila kita memiliki kecenderungan untuk suka mengatur ada hal yang perlu diingat bahwa setiap orang memandang hidup ini secara berbeda, itu berarti bahwa mereka pasti akan berperilaku berbeda dengan kita. Dengan mengetahui hal ini maka kecenderungan suka mengatur akan mampu diminimalisasi, yang pada gilirannya akan memudahkan kita untuk bergaul dengan siapa saja.

Hubungan antar manusia bukanlah suatu pertandingan siapa mengatur siapa, tetapi sebuah yang hubungan yang bisa membawa kepada kedewasaan sebuah karakter masing-masing individu. Kalau besi menajamkan besi saat bergesekan, begitu juga manusia akan menajamkan manusia saat mereka berinteraksi.

Sikap suka mengatur sangatlah merugikan. Sikap tersebut menciptakan kebencian dan hubungan yang bernada permusuhan. Begitu kita berhenti untuk mengatur orang lain dan ketika orang lain merasa diterima secara apa adanya bukan menjadi orang yang kita inginkan, maka orang lain akan lebih menghormati dan mengagumi kita.

Bagaimana pendapat Anda?


Salam

TEMUKAN ASSESORIS MENARIK DISINI !!!

Mempertahankan integritas dalam lingkungan kerja

Dalam dunia kerja kita seringkali menghadapi dilema saat pemimpin kita meminta kita untuk melakukan sesuatu yang menghancurkan integritas kita. Kadang hal itu bukan untuk melakukan suatu kejahatan akan tetapi hanya sekedar agar sang pemimpin bisa tampil sempurna. 


Dan hal itu baru saja terjadi pada diri saya, dimana pimpinan kami meminta saya untuk membubuhkan tanda tangan palsu pada sebuah bukti transaksi, hanya supaya kelihatan bahwa depatermen yang ia pimpin tampil sempurna saat diaudit. Dengan sedikit memberanikan diri saya berusaha menolak permintaannya dengan bahasa yang halus dan sopan agar harga dirinya tidak merasa sedang diserang. Dan syukurlah akhirnya pimpinan kami bisa menerima penjelasan saya.

Seringkali kita diperhadapkan suatu pilihan dalam dunia kerja, apakah kita ingin tampil sempurna dihadapan pimpinan kita atau kita mempertahankan intergritas kita. Banyak dari kita memilih yang pertama, ingin tampil sempurna dihadapan pimpinan dengan melakukan segala cara, bahkan sampai rela melakukan kebohongan demi kebohongan.

Padahal pada saat kita melakukan suatu kebohongan demi kebohongan untuk tampil sempurna, kita akan menguras energi dan pikiran kita, karena kita akan selalu mencoba mengingat-ngingat apa yang telah kita katakan, kita menjaga jangan sampai apa yang kita katakan hari ini berbeda dengan apa yang telah kita katakan sebelumnya, agar kita tidak ketahuan kalau sedang berbohong. Dan sebenarnya pada kondisi seperti itu manusia tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Hal yang kedua adalah jangan takut untuk mengungkapkan sebuah kebenaran. Saya percaya bahwa pada saat kita berani mengungkapkan sebuah kebenaran, maka disadari atau tidak kita sedang mempengaruhi orang-orang yang ada disekitar kita untuk juga berani mengungkapkan kebenaran.

Hal yang ketiga, orang tidak akan dihukum saat mengungkapkan sebuah kebenaran. Dan kalau hal itu sampai terjadi itu berarti bahwa pintu kesempatan yang lebih lebar sedang disediakan buat kita. Karena Raja Salomo dari Israel mengatakan: Orang benar yang bersih kelakuannya -- berbahagialah keturunannya”.

Semoga apa yang saya bagikan disini membuat kita untuk tetap selalu berpegang pada integritas kita.

Bagaimana pendapat Anda?

Kualitas kepemimpinan - Bersikap Positif

Penemuan terbesar dari generasi saya adalah bahwa manusia dapat mengubah hidupnya dengan mengubah sikap berpikiranya. Kata seorang psikolog; Willian James

Thomas Edison adalah seorang yang optimis, karena ia melihat yang terbaik dalam segalanya. Ketika ia harus mencoba sepuluh ribu kali untuk menemukan bahan yang tepat untuk dijadikan lampu pijar, ia tidak memandangnya sebagai kegagalan.

Banyak pecundang adalah orang-orang yang tidak sadar betapa dekatnya mereka dengan sukses itu ketika mereka menyerah.

Victor Frankl menasehati; “Kebebasan kita yang paling hakiki sebagai manusia adalah memilih sikap kita dalam keadaan apapun”. Frankl adalah seorang yang selamat dari tahanan penjara kamp Nazi, dan sepanjang penderitaannya itu, ia tidak membiarkan sikapnya memburuk. Jika Victor Frankl bisa mempertahankan sikap yang positif, kita juga pasti bisa.

Thomas Edison mengatakan: “Seandainya satu-satunya hal yang kita wariskan kepada anak-anak kita adalah kualitas antusiasme, kita akan memberi mereka harta yang tak ternilai harganya”.

Jumat, 20 Juli 2012

Tukang Becak yang Jadi Juragan Garam

Jakarta - Untuk menjadi pengusaha sukses tidak mengenal latar belakang seseorang. Kerja keras, kejelian dan bertahan dari jatuh bangun menjadi kunci siapapun yang ingin menjadi pengusaha sukses. 

Lika-liku ini juga dialami oleh Sanin, pria paruh baya yang sebelumnya berprofesi sebagai tukang becak ini sukses menjadi pengusaha garam yang beromzet Rp 400 juta per tahun.

Pengusaha asal Cirebon ini mengatakan saat menjadi tukang becak, ia melihat peluang usaha di daerahnya yang masih terbuka luas dan relatif mudah dijalankan karena daerahnya merupakan sentral penghasil garam. Sanin memberanikan diri untuk belajar membuat garam pada sebuah pabrik, akhirnya ia memulai untuk membuat garam sendiri.

"Dulunya saya tukang becak, kira-kira dua tahun di prapatan jalan Cirebon ada pabrik garam. Setelah itu kita menimba ilmu di situ, kemudian kita kerja kurang lebih selama dua bulan. setelah itu kita bikin di belakang rumah. Saya dan istri coba-coba melakukan itu, akhirnya dijual ke pasar lalu laku," ungkap Sanin beberapa waktu lalu di Jakarta kepada detikFinance.

Melalui ketekunannya, pelanggan garam olahan buatan Sanin pun bertambah banyak. Sehingga ia pun membangun pabrik garam sendiri dan mempekerjakan tetangganya sebagai karyawan.

"Lambat laun ternyata keuntungan kita tambah besar dan banyak peminatnya. Akhirnya kita menambah karyawan dari tetangga-tetangga kita lalu kita bisa membeli tanah untuk tempat produksi yang lebih luas lagi dan sekarang ada pabrik, yakni pabrik garam," tambahnya.

Sanin mengaku, dalam setahun ia bisa menghasilkan garam minimal mencapai 2.000 ton. Sanin mengaku kewalahan memenuhi permintaan garam olahan yang datang dari Cirebon dan luar kota.

"Pasaran kita di daerah Cirebon, Kuningan, dan Jawa Tengah. Justru kita nyari orang kerjanya agak susah. Kalau barang jualnya habis-habis terus, tak pernah berkurang. Karena pemasaran banyak sekali setelah beredar," sambungnya.

Usahanya yang ditekuni Sanin sejak 30 tahun silam bukannya tanpa tantangan. Ketika usahanya tumbuh dan membutuhkan tambahan modal, ia pernah ditolak saat mengajukan pinjaman ke sebuah bank karena dianggap usahanya tidak menjanjikan. Berkat kegigihannya, akhirnya Sanin pun bisa memperoleh pinjaman.

"Kita pernah mengajukan utang pinjaman ke bank, tapi waktu itu ditolak. Katanya setelah ditolak, bangunnya masih bilik. Setelah itu akhirnya kita ke bank lain. setelah diproses dan melihat prospek perkembangan usaha kita, akhirnya kita dapat dana dan akhirnya usaha kita berkembang sampai sekarang. Sekarang punya tanah, punya kantor, punya pabrik," sebutnya

Pria yang tidak tamat pendidikan sekolah dasar (SD) ini menjelaskan hasil usahanya bisa membuat ia naik haji beberapa kali dan menyekolahkan anaknya hingga ke jenjang sarjana. Usaha yang ditekuni Sanin saat ini, juga telah merambah ke pabrik pembuatan pupuk.

"Anak saya pun kini sarjana semua. Sementara saya pendidikan kelas 4 SR (setara SD) dulu. Makanya kita punya anak tidak mau mengalami masa muda seperti kita, makanya kita sekolahkan semua itu. Kita haji pun sudah dua kali, malah akan datang tahun depan mau umroh dulu," tutup Sanin.



Source: Detik Finance

Mengapa Orang Kaya Semakin Kaya

Jakarta - Istilah orang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin, sudah sering kita dengar. Kenyataannya fenomena itu memang benar-benar terjadi dalam kehidupan kita.

Berikut ini penjelasan singkat pakar marketing Tung Desem Waringin, bagaimana kita berpikir dan memposisikan diri sebagai orang yang kaya, menengah atau bahkan hanya sebagai orang miskin:

Mengapa orang kaya semakin kaya? Karena begitu orang kaya penghasilannya bertambah besar, maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan). Penghasilan yang lebih ini di investasikan kedalam asset. Misalnya beli saham yang menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dan lain-lain. 

Sedemikian sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas, sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.

Mengapa orang menengah bergumul terus secara finansial Ketika orang menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih, komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk kedalam pengeluaran. 

Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar, mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.

Mengapa orang miskin bablas miskin?
Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran.

Contoh:
Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang besar, beli jamnya yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dan lain-lain. Semua dijalankan karena gaya hidup modern atau tidak mau ketinggalan zaman.

Pertanyaannya: Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab, Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?

Semoga bermanfaat, Saya Tung Desem Waringin mengucapkan salam dahsyat!



Source: Detik Finance

Kamis, 26 Januari 2012

Upah orang benar dari Kitab Mazmur

5:13 Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

37:25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;

37:39 Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan;

51:8 Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.

55:23 Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.

58:12 Dan orang akan berkata: "Sesungguhnya ada pahala bagi orang benar, sesungguhnya ada Allah yang memberi keadilan di bumi."

92:13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;

112:1-3 Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya.

146:8 TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar.

Upah orang benar dari Amsal

3:33 Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya.

4:18 Jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

10:3 TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

10:16 Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa.

11:19 Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian.

12:21 Orang benar tidak akan ditimpa oleh bencana apa pun, tetapi orang fasik akan senantiasa celaka.

21:3 Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban.

Menjadikan kegagalan sebagai batu loncatan

Beberapa hari saya mengutak-atik blog saya agar mempunyai tampilan yang bagus. Saya coba menggunakan template gratisan yang banyak ditawarkan di internet. Ada pelajaran yang saya petik selama saya melakukan itu, yaitu untuk tidak takut mencoba. Ada fasilitas back up untuk template original, sehingga apabila saya tidak suka dengan tampilan yang baru, saya tinggal panggil back up filenya dan blog saya kembali seperti semula. Setelah mencoba beberapa kali akhirnya saya menemukan template yang cocok dengan selera saya, seperti yang sedang Anda lihat saat ini.

Tapi hal diatas tidak berlaku dalam kehidupan nyata, dimana tidak ada back up apabila kita mengambil suatu keputusan dan ternyata itu membuat kita gagal. Banyak orang takut mengalami kegagalan, padahal banyak orang yang mempunyai prestasi luar biasa bukan karena memiliki latar belakang keluarga yang baik, bukan karena mereka memiliki kekayaan, bukan juga karena kesempatan, tetapi mereka memiliki persepsi dan respon yang berbeda tentang kegagalan.

Kyle Rote Jr mengatakan; “Saya sangat yakin bahwa ada banyak jalan untuk menjadi pemenang, namun hanya ada satu jalan untuk menjadi pecundang, yaitu gagal dan tidak memetik hikmat dari kegagalan itu”.

Kerena dalam hidup ini, pertanyaannya bukanlah apakah kita akan menemukan masalah, melainkan bagaimana kita menangani masalah-masalah kita. Apakah kita mau mengubah kegagalan menjadi batu loncatan atau malah mengalami kemunduran. Mereka yang mengalami kemunduran karena kegagalan berharap takkan pernah gagal lagi, namun mereka yang menganggap kegagalan sebagai batu loncatan, memandang bahwa kegagalan adalah bagian dari kemajuan.

J Wallace Hamilton mengatakan; “Orang-orang berlatih untuk meraih sukses, padahal seharusnya mereka berlatih untuk menghadapi kegagalan. Kegagalan adalah jauh lebih umum daripada sukses, kemisikinan jauh lebih menjamur daripada kekayaan, dan kekecewaan jauh lebih normal daripada kepuasan”.

Bagaimana pendapat Anda?

Motivation today

Kalau kita mengucap syukur atas apa yang kita miliki, kita akan memiliki lebih banyak untuk kita syukuri.

Kalau kita kerjakan lebih daripada yang dibayarkan, akhirnya kita akan dibayar lebih daripada yang kita kerjakan

Orang-orang yang terarah kehidupannya lebih jauh dan lebih cepat prestasinya didalam seluruh bidang kehidupannya

Anda menjadi seperti siapa Anda adanya kerana itulah yang Anda inginkan. Kalau Anda benar-benar ingin menjadi berbeda, sekarang Anda rubah yang Anda inginkan.

Seseorang menjadi besar dengan mengerjakan hal-hal kecil dengan cara yang besar

Pria dan wanita bukanlah dibatasi oleh tempat kelahiran mereka,bukan oleh warna kulit mereka, melainkan oleh besar kecilnya harapan mereka
John Johnson

Anda dapatkan yang terbaik dari orang lain kalau Anda sendiri memberikan yang terbaik
Harvey Firestone

Sikap Anda menentukan ketinggian Anda, karena Anda tidak mungkin mencapai lebih tinggi daripada yang Anda pikirkan dapat Anda capai

Kamis, 19 Januari 2012

Berkat orang benar

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Mazmur 1: 1-3

"Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:
  • Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.
  • Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.
  • Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.
  • Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.
  • TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu.
  • TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
  • TUHAN akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. Maka segala bangsa di bumi akan melihat, bahwa nama TUHAN telah disebut atasmu, dan mereka akan takut kepadamu. Juga TUHAN akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu -- di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu.
  • TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.

TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya."
Ulangan 28: 1-14

Berbahagialah dalam memberi persembahan kepada Tuhan

Janganlah kiranya kita bersungut-sungut saat memberikan persembahan kepada Tuhan. Karena Tuhan berjanji bahwa apa yang kita berikan tidak akan sia-saia, dan Tuhan akan memperhatikan hidup kita.

Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN.
Imamat 27: 30

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.
Maleakhi 3: 10-11

Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
Filipi 4: 18-19

Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.
Amsal 3: 9-10

Rabu, 18 Januari 2012

Orang percaya harus membayar pajak

Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.
Roma 13: 1-7

Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik.
Titus 3: 1

Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
Matius 22: 15-21


Ahli-ahli Taurat dan imam-imam kepala mengamat-amati Yesus. Mereka menyuruh kepada-Nya mata-mata yang berlaku seolah-olah orang jujur, supaya mereka dapat menjerat-Nya dengan suatu pertanyaan dan menyerahkan-Nya kepada wewenang dan kuasa wali negeri. Orang-orang itu mengajukan pertanyaan ini kepada-Nya: "Guru, kami tahu, bahwa segala perkataan dan pengajaran-Mu benar dan Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah. Apakah kami diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka yang licik itu, lalu berkata kepada mereka: "Tunjukkanlah kepada-Ku suatu dinar; gambar dan tulisan siapakah ada padanya?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!"
Lukas 20: 20-25

Tuhan adalah gembalaku


Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Mazmur 23: 1-6

Selasa, 17 Januari 2012

Menjadi orang yang berkemenangan

Pagi hari ini saya sedang merenungkan kehidupan saya. Ada sedikit rasa tidak puas dalam diri saya dalam hal keuangan. Saya melihat bahwa keuangan saya selama saya menikah hampir 3 tahun ini pas-pasan sifatnya, memang kami tidak pernah kekurangan, tetapi kami juga tidak pernah menikmati apa yang namanya kelimpahan.

Kadang timbul rasa iri hati kepada teman-teman kantor yang lain, yang mana mereka rata-rata telah memiliki rumah, bahkan mobil. Sedangkan saya saat ini masih tinggal ikut orang tua, dan hanya memiliki 2 sepeda motor.

Sebagai seorang accounting saya secara pribadi agak kesulitan untuk berpindah-pindah ke perusahaan lain, karena perusahaan-perusahaan lain yang mana saya pernah coba lamar rata-rata mereka melakukan praktek yang kurang jujur dalam hal pelaporan untuk keperluan perpajakan. Saya bertahan di perusahaan saya bekerja saat ini meskipun gajinya sangat kecil sebagai seorang accounting, tetapi pembukuan yang kami lakukan disini sangat transparan, sehingga tidak ada yang disembunyikan ke pihak-pihak lain, termasuk ke kantor pajak.

Ada sedikit juga rasa khawatir tentang biaya pendidikan anak saya, mengingat saat ini biaya pendidikan sangat mahal.

Tetapi saya tidak mau larut dalam kekhawatiran demi kekhawatiran, saya percaya apa yang dijanjikan Tuhan dalam kehidupan setiap orang percaya yang setia melakukan apa yang diperintahkan Tuhan, bahwa mereka akan diberkati, dijauhkan dari sakit penyakit, karena Tuhan setia,

Saya tidak perlu khawatir lagi karena Tuhan tahu apa yang saya perlukan sebelum saya meminta kepadaNya, Tuhan memelihara burung-burung diudara, dan mendadani bunga-bunga di padang terlebih lagi Tuhan akan memelihara kehidupan saya. Yang perlu saya lakukan hanyalah membiarkan hidup saya diperintah oleh Tuhan dan dengan setia melakukan kebenaran yang Tuhan mau.

Dan apa yang di katakan Pemazmur mengenai orang yang setia melakukan kebenaran:

“Sejak aku muda sampai sudah tua, tak pernah kulihat orang baik ditinggalkan TUHAN, atau anak cucunya menjadi peminta-minta. Ia selalu meminjamkan dan memberi, dan anak-anaknya menjadi berkat baginya”.



Referensi.
Ulangan 7: 11-15
Matius 6: 7-8
Matius 6: 25-34
Mazmur 37: 25=26

Tugas dan Pelayanan Doa

Doa diperintahkan oleh Tuhan untuk menyanggupkan manusia bertindak dalam segala hal menurut kehendak Tuhan. Dengan doa, kesanggupan ini diperoleh untuk merasakan hukum kasih, untuk berbicara menurut hukum kasih, dan untuk melakukan segala sesuatu selaras dengan dengan hukum kasih.

Tuhan dapat menolong kita. Tuhan adalah seorang ayah. Kita membutuhkan hal-hal yang baik dari Tuhan untuk membantu kita “berlaku adil, mencintai belas kasihan, hidup dengan rendah hati di hadapan Tuhan, untuk bertindak bijaksana dan mulia, untuk menghakimi dengan jujur dan dengan kasih sayang. Bantuan Tuhan untuk melakukan semua hal ini menurut cara Tuhan diperoleh dengan doa; "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” ( Matius 7: 7 )

Doa haruslah berlangsung tiada henti-hentinya, tanpa istirahat, tekun, tiada kekangan dalam hasrat, semangat atau tindakan, roh dan kehidupan selalu terdapat dalam sikap doa. Lutut mungkin tidak selalu ditekukkan, bibir mungkin tidak selalu melafalkan kata-kata doa, tetapi rohnya selalu terdapat dalam tindakan dan hubungan doa.

Paulus mengajarkan: “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa” (Roma 12: 12). Di ayat yang lain dikatakan: “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur” (Kolose 4: 2)




Tujuan akhir doa adalah sebuah kehidupan yang ditransformasikan oleh Allah sehingga manusia yang berdoa semakin mengerti dan melakukan kehendak Allah.  Doa adalah sebuah proses untuk memuliakan nama Allah. Semua yang dilakukan Allah sebagai jawaban doa, baik mengabulkan maupun menolak adalah dalam rangka untuk kemuliaan nama-Nya. Selain itu, praktek doa tidak terbatas peda meminta dan mengabulkan. Doa memiliki aspek yang lain, yaitu: Safaat, pemujaan, ucapan syukur, pengakuan dosa.

Doa dan Janji Tuhan

Dalam setiap tradisi dan agama pasti ada janji-janji yang diberikan Tuhan kepada umat manusia, tetapi betapa cerah dan mekarnya masa depan atas diri kita melalui janji-janji Tuhan, namun semua janji itu tidak pernah dapat membawa harapan dan berbuah bagi hati yang tidak berdoa. Doa membuat janji itu melimpah, berbuah dan menjadi sebuah kenyataan.

Doa sebagai tenaga rohani, dengan aneka kerjanya yang luas dan perkasa, menyediakan jalan dan membantu mewujudkan janji-janji Tuhan.

Janji-janji Tuhan mencakup segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan dan ibadah, yang berurusan dengan tubuh dan jiwa, yang ada kaitannya dengan waktu dan kekekalan. Janji itu memberkati masa kini dan menjangkau sampai kepada masa depan yang tak terbatas dan abadi. Doa menaruh janji-janji ini dalam pemeliharaan dan dalam pembuahannya.

 Janji-janji merupakan buah-buah emas dari Tuhan yang harus dipetik oleh tangan doa. Janji-janji adalah benih Tuhan yang tak dapat binasa, yang harus ditabur dan dituai oleh doa.

Janji itu mengilhami dan memberi semangat kepada manusia, tetapi doa menempatkan janji itu, dan memberikannya wujud dan tempat.

Janji itu bagaikan hujan yang turun sangat lebat, tetapi doa bagaikan pipa saluran yang meneruskan, menampung dan mengarahkan hujan, menempatkan sampai bersifat setempat dan pribadi, yang memberkati, menyegarkan dan menyuburkan

Doa memegang janji itu dan menuntunnya kepada tujuannya yang ajaib, menyingkirkan rintangan-rintangan, dan menyediakan jalan agar janji itu sampai kepada penggenapannya. Itulah fungsi doa untuk menggenapi janji Tuhan.


Tujuan akhir doa adalah sebuah kehidupan yang ditransformasikan oleh Allah sehingga manusia yang berdoa semakin mengerti dan melakukan kehendak Allah.  Doa adalah sebuah proses untuk memuliakan nama Allah. Semua yang dilakukan Allah sebagai jawaban doa, baik mengabulkan maupun menolak adalah dalam rangka untuk kemuliaan nama-Nya. Selain itu, praktek doa tidak terbatas peda meminta dan mengabulkan. Doa memiliki aspek yang lain, yaitu: Safaat, pemujaan, ucapan syukur, pengakuan dosa.



Orang buta disembuhkan Yesus

Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja. Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."

Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.
Yohanes  9: 1-7

Apa sih inti ajaran Yesus?

Tidak ada yang salah dengan pertanyaan tersebut, apalagi dijaman yang semakin modern ini, orang pengin langsung to the point. Sah-sah saja kalau orang bertanya seperti itu, karena itu juga yang ditanyakan orang-orang Israel semasa Yesus hidup ditengah-tengah mereka. Lalu apa sebenarnya inti dari ajaran Yesus. 


Inilah yang dikatakan Yesus: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi”.

Lalu pertanyaannya, bagaimana wujud kasih kita kepada Tuhan?
Yesus mengatakan: “Orang yang menerima perintah-perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Bapa-Ku akan mengasihi orang yang mengasihi Aku. Aku pun akan mengasihi orang itu dan menyatakan diri-Ku kepadanya."


Dan bagaimana wujud kasih kita kepada sesama manusia?
Yesus memberikan sebuah ilustrasi: "Ada seorang yang pergi dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan uang kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Apa yang dilakukan oleh orang Samaria itulah wujud kasih kepada sesama manusia”.

In God Hand

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.

Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.

Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga. "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

Mazmur 91

Raja Hizkia diperpanjang umurnya oleh Tuhan

Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi”. Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN: "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu”.  Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. Tetapi Yesaya belum lagi keluar dari pelataran tengah, tiba-tiba datanglah firman TUHAN kepadanya: "Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN. Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku”.

Kemudian berkatalah Yesaya: "Ambillah sebuah kue ara!" Lalu orang mengambilnya dan ditaruh pada barah itu, maka sembuhlah ia. Sebelum itu Hizkia telah berkata kepada Yesaya: "Apakah yang akan menjadi tanda bahwa TUHAN akan menyembuhkan aku dan bahwa aku akan pergi ke rumah TUHAN pada hari yang ketiga?"

Yesaya menjawab: "Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari TUHAN, bahwa TUHAN akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya: Akan majukah bayang-bayang itu sepuluh tapak atau akan mundur sepuluh tapak?" Hizkia berkata: "Itu perkara ringan bagi bayang-bayang itu untuk memanjang sepuluh tapak! Sebaliknya, biarlah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak." Lalu berserulah nabi Yesaya kepada TUHAN, maka dibuat-Nyalah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak, yang sudah dijalani bayang-bayang itu pada penunjuk matahari buatan Ahas.
2 Raja-Raja 20-: 1-11